Pra Mubes Moskona: Menyatukan Aspirasi, Menjaga Masa Depan Generasi

Pra Mubes I Suku Moskona resmi digelar di Manimeri, menyatukan suara dan memperkuat persaudaraan demi masa depan generasi Moskona. Semangat “Moskona Misergens” menggema—bersatu, berdiskusi, dan menata langkah menuju Mubes yang inklusif dan bermartabat. (ist/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 32

Pra Mubes I Suku Moskona: Menyatukan Suara, Menjaga Persaudaraan

 

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Jalur 9 Kampung Banjar Ausoy, Distrik Manimeri, Jumat (24/4/2026).

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pra Musyawarah Besar (Mubes) I Suku Moskona—sebuah langkah awal penting untuk menyatukan suara dan arah masa depan masyarakat Moskona.

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Anggota DPR Papua Barat Fraksi Otonomi Khusus Agustinus Orocomna, Anggota DPRK Teluk Bintuni, hingga tokoh adat dan masyarakat Suku Moskona.

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa proses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang bersama untuk merajut kesepahaman.

Dalam sambutan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda, Jacomina Jane M. Fimbay, ditekankan bahwa persatuan adalah fondasi utama.

Tanpa itu, pembangunan dan masa depan generasi Moskona akan sulit diarahkan secara utuh.

Tema yang diangkat, “Moskona Misergens” atau Moskona Bersatu, bukan sekadar slogan.

Tema ini mencerminkan tekad untuk duduk bersama, saling mendengar, dan merumuskan keputusan yang benar-benar mewakili kepentingan seluruh masyarakat.

“Pra Mubes ini menjadi ruang penting untuk menyatukan aspirasi. Harapannya, semua proses berjalan terbuka dan menghasilkan keputusan yang berpihak pada masyarakat,” demikian pesan Bupati.

Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk hadir dan mendukung. Tidak hanya dalam bentuk fasilitasi kegiatan, tetapi juga dalam penguatan peran masyarakat adat sebagai bagian penting dari pembangunan di Tanah Papua.

Di sisi lain, masyarakat Moskona diajak untuk terus bersinergi dengan pemerintah.

Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur hanya akan berhasil jika berjalan seiring dengan kekuatan sosial dan persatuan masyarakat.

Pesan sederhana namun kuat juga disampaikan: menjaga kedamaian adalah tanggung jawab bersama.

“Mari kita jaga persaudaraan, hindari konflik, dan menjadi penjaga kedamaian di wilayah kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Pra Mubes I Suku Moskona, Ayub Esnam, menjelaskan bahwa forum ini benar-benar difokuskan untuk menyerap aspirasi dari bawah.

Semua suara dihimpun, dibahas, lalu dirumuskan menjadi keputusan bersama.

“Semua pendapat kita tampung. Supaya nanti keputusan yang diambil benar-benar lahir dari masyarakat, bukan dari segelintir orang,” ujarnya.

Pra Mubes ini berlangsung selama dua hari, 24–25 April 2026, dan diharapkan menghasilkan rumusan strategis sebagai bekal menuju Mubes I Suku Moskona yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026.

Ayub juga memberi perhatian khusus pada peran generasi muda. Ia mengajak pemuda Moskona dari sembilan distrik untuk terlibat aktif, bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penjaga keamanan dan kelancaran kegiatan.

Di tengah dinamika yang ada, Pra Mubes ini menjadi lebih dari sekadar forum diskusi. Ia adalah titik temu—tempat harapan, aspirasi, dan semangat persatuan dirajut menjadi satu.

Jika semangat ini terus terjaga, Mubes nanti bukan hanya akan menghasilkan keputusan, tetapi juga memperkuat jati diri dan masa depan Suku Moskona.
***(MA/Inspirasi Papua)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *