Views: 18
Kelurahan Bintuni Barat Tetap Maksimalkan Pelayanan, Surat Keterangan Tidak Mampu Paling Banyak Diurus Warga
BINTUNI, PAPUA BARAT – Pemerintah Kelurahan Bintuni Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat meski di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas.
Lurah Bintuni Barat, Matelda Lince Manibuy, menegaskan bahwa pelayanan kepada warga tetap menjadi prioritas utama. Bahkan pada hari Jumat, yang biasanya memiliki penyesuaian jam kerja, pelayanan tetap berjalan seperti biasa.
“Kami tetap membuka pelayanan setiap hari, termasuk hari Jumat. Pelayanan dimulai pukul 09.00 pagi, dan khusus hari Jumat kami melayani hingga pukul 13.00 WIT,” ujar Matelda saat ditemui wartawan, Jumat (24/4/2026).
Menurut Matelda, saat ini Kelurahan Bintuni Barat didukung oleh 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersama-sama menjalankan tugas pelayanan publik dan memastikan kebutuhan administrasi masyarakat dapat terpenuhi.
Jenis pelayanan yang paling banyak dibutuhkan warga, kata dia, meliputi pembuatan surat keterangan tidak mampu, surat domisili, hingga berbagai dokumen administrasi untuk keperluan BPJS maupun pensiun.
Dalam dua bulan terakhir, permohonan surat keterangan tidak mampu mengalami peningkatan cukup signifikan, terutama untuk pengurusan BPJS kesehatan.
“Permohonan surat keterangan tidak mampu paling banyak kami tangani. Mayoritas digunakan untuk kebutuhan pengurusan BPJS kesehatan,” jelasnya.
Meski jumlah pelayanan masyarakat di Kelurahan Bintuni Barat tidak terlalu tinggi dibanding wilayah lain, rata-rata permohonan tetap mencapai puluhan setiap bulan, tergantung kebutuhan warga.
“Kurang dari 50 permohonan per bulan, tetapi kami tetap berusaha menjaga kualitas pelayanan, karena kelurahan adalah garda terdepan pelayanan administrasi pemerintahan,” katanya.
Di balik upaya tersebut, pihak kelurahan juga menghadapi tantangan besar, terutama terkait efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada program kerja dan pengembangan fasilitas kantor.
Matelda mengakui, sejumlah rencana harus disesuaikan, bahkan beberapa program seperti koperasi sempat tertunda karena keterbatasan anggaran yang belum memungkinkan untuk dijalankan secara optimal.
“Efisiensi anggaran sangat terasa. Kami harus menyesuaikan banyak hal, termasuk rencana pengembangan kantor dan program lainnya. Harapannya ke depan ada perhatian lebih agar fasilitas pelayanan bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Meski begitu, semangat untuk melayani masyarakat tidak surut. Pemerintah Kelurahan Bintuni Barat tetap berkomitmen menjadi garda terdepan yang hadir langsung menjawab kebutuhan administrasi warga sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kelurahan memiliki peran penting dalam pelayanan. Walaupun sederhana, tetapi pelayanan di sini sangat dibutuhkan dan langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Matelda.
***(MA/Inspirasi Papua)***













