Dari Bintuni untuk Papua: Program Revitalisasi Sekolah Prabowo Mulai Mengubah Wajah Pendidikan

Dari Teluk Bintuni untuk Indonesia Cerdas” — Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti meresmikan revitalisasi sekolah di SMP Negeri 2 Manimeri, Jumat (29/5/2026). Program ini menjadi simbol hadirnya negara dalam menghadirkan pendidikan yang merata, layak, dan berkualitas hingga ke Papua Barat, sekaligus membawa harapan baru bagi generasi muda Teluk Bintuni. (MA/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 47

Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni Diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Wujud Pemerataan Pendidikan hingga Papua Barat

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id — Pemerintah pusat terus mempertegas komitmennya menghadirkan pendidikan yang merata hingga ke wilayah timur Indonesia. Komitmen itu terlihat melalui peresmian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ko Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (29/5/2026).

Peresmian dipusatkan di SMP Negeri 2 Manimeri, SP 2 Kampung Korano Jaya, dan dihadiri langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.

Kehadiran Mendikdasmen disambut hangat pemerintah daerah, pelajar, guru, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias menyaksikan momentum penting pembangunan pendidikan di daerah penghasil migas tersebut.

Sebelum menghadiri peresmian revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti terlebih dahulu meninjau pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) YPPK Santo Fransiskus di Kampung Muturi, Distrik Manimeri. Peninjauan itu menjadi bagian dari penguatan konsep pendidikan terintegrasi yang diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan di Papua Barat.

Program revitalisasi ini dinilai menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas.

Tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, program tersebut juga membawa harapan baru bagi anak-anak di wilayah pesisir hingga pedalaman Teluk Bintuni.

Dalam agenda tersebut, Mendikdasmen meresmikan revitalisasi 10 satuan pendidikan penerima bantuan Tahun Anggaran 2025 melalui penandatanganan prasasti peresmian.
Sepuluh sekolah tersebut yakni TK Pertiwi Barma Baru, SMP Satu Atap Meyerga, SD Negeri 1 Bintuni Timur, SMP Negeri 2 Aranday, SD Negeri 3 Manimeri, SMP Negeri Jagiro, SD Negeri Terpadu Bintuni, SMP Harmoni School Terpadu, SMP Negeri 2 Manimeri, dan SMA Negeri Babo.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan mock-up kepada perwakilan calon penerima revitalisasi Tahun 2026 sebanyak 25 satuan pendidikan yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Perwakilan sekolah penerima di antaranya TK Pertiwi Taroy, SMP Negeri Taroy, SD Negeri Babo, dan SMA Negeri Saengga.

Seluruh pembangunan fasilitas pendidikan tersebut didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) peruntukan serta anggaran revitalisasi APBN Tahun Anggaran 2025 dan 2026.

Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Revitalisasi dan digitalisasi ini adalah program prioritas Bapak Presiden yang merupakan bagian dari upaya mewujudkan asta cita keempat dan amanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, pembangunan fisik sekolah bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas dan manusiawi.

Ia menilai lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan indah akan membantu anak-anak merasa nyaman di sekolah, bahkan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua mereka.

“Sekolah yang baik bukan hanya bangunannya bagus, tetapi juga memiliki lingkungan sosial yang harmonis, tempat anak-anak dari berbagai suku dan agama belajar hidup bersama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, media, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Pemerintah, lanjutnya, juga tengah memperkuat budaya sekolah aman dan nyaman melalui Permendikdasmen Nomor 06 Tahun 2026 agar sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang positif bagi seluruh peserta didik.
Program revitalisasi pendidikan di Teluk Bintuni sendiri menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, sebanyak 10 sekolah menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp17,5 miliar.

Sementara pada tahun 2026, jumlah penerima meningkat menjadi 25 satuan pendidikan dengan total anggaranl sekitar Rp20,7 miliar.
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan memang diarahkan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasionall melalui pembangunan gedung baru, rehabilitasi ruang kelas, peningkatan sanitasi sekolah, hingga penguatan fasilitas belajar dari tingkat dasar sampai menengah atas.

Bagi masyarakat Teluk Bintuni, program ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah.

Lebih dari itu, revitalisasi pendidikan menjadi simbol hadirnya negara untuk memastikan anak-anak Papua memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang layak dan bermutu.

***(MA/Inspirasi Papua)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *