Misa Syukur HUT ke-44, Bupati Bintuni Yohanis Manibuy Didoakan Tetap Bersahaja

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 2

Di Tengah Syukur Ulang Tahun, Bupati Yohanis Manibuy Diajak Mengandalkan Tuhan

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id — Perayaan ulang tahun ke-44 Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna. Alih-alih sekadar seremoni, malam syukur itu menjadi pengingat tentang pentingnya kerendahan hati, iman, dan pengabdian kepada sesama.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menggelar Misa Ekaristi Syukur di kediaman Bupati di Kampung Lama, Senin (13/7/2026) malam. Perayaan dipimpin Pastor Paroki Santo Paskalis Manimeri, Pastor Fidelis Lili, O.Carm., dan dihadiri orang tua Bupati, keluarga, PJ. Sekda I.B. Putu Suratna,  para  pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), Dharma Wanita Persatuan, mitra strategis pemerintah daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam homilinya, Pastor Fidelis mengajak umat memaknai pertambahan usia sebagai kesempatan untuk terus memperbarui iman sekaligus semangat melayani. Menurut dia, kebesaran seseorang tidak ditentukan oleh jabatan atau kedudukan, melainkan oleh kerendahan hati dan rasa syukur.

Untuk menggambarkan pesannya, Pastor Fidelis menyinggung kejutan di ajang Piala Dunia 2026 ketika Cape Verde mampu memberi perlawanan sengit kepada juara bertahan Argentina.

“Saya kira itu salah satu pertandingan paling menarik sejauh ini. Negara kecil yang tidak pernah diperhitungkan, bahkan saya pribadi baru dengar namanya, ternyata memberi efek luar biasa. Kecil, tetapi diperhitungkan,” ujarnya.

Perumpamaan itu, kata Pastor Fidelis, sejalan dengan pesan Injil agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan, melainkan tetap memiliki hati seorang “orang kecil” di hadapan Tuhan.

Ia kemudian mengutip bacaan Injil yang menyatakan bahwa misteri Kerajaan Allah justru dinyatakan kepada orang-orang kecil, bukan kepada mereka yang merasa paling bijaksana atau paling mampu.

Menurut Pastor Fidelis, istilah “orang kecil” bukan merujuk pada kondisi ekonomi, kedudukan, ataupun fisik seseorang. Yang dimaksud adalah sikap batin yang rendah hati, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, dan selalu berharap kepada Tuhan.

“Anak kecil kalau berkelahi pasti mengadu ke orang tuanya karena tidak punya kekuatan. Begitu juga kita. Tuhan ingin kita rajin mengadu dalam doa dan pengharapan hanya kepada-Nya, agar jawaban datang melalui sesama di sekitar kita,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, Tuhan mengundang setiap orang yang memikul beban kehidupan untuk datang kepada-Nya.

“Mereka yang memiliki persoalan hidup diajak datang kepada Tuhan, karena hanya kepada-Nya tempat bersandar dan menemukan makna,” ujarnya.

Pastor Fidelis kemudian menyampaikan doa khusus bagi Bupati Yohanis Manibuy agar tetap memimpin dengan hati yang rendah dan selalu mengandalkan Tuhan.

“Malam ini kita tidak hanya bersyukur atas pertambahan usia Bapak Yohanis Manibuy yang ke-44, tetapi juga mendoakan beliau. Semoga dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin di tanah ini, beliau tetap hidup bersandar kepada Tuhan, tetap bersahaja, dan murah hati,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menyampaikan rasa syukur atas anugerah umur panjang dan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, serta masyarakat dalam doa.

Ia juga mengapresiasi panitia Misa Syukur yang dikoordinasikan Kepala Bagian Umum Setda Teluk Bintuni, Markus Serio, beserta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan tersebut.

“Terima kasih Bapak Pastor Fidelis. Di hari ini saya berulang tahun dan bisa meluangkan waktu untuk Misa Ekaristi sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas bertambahnya usia dan segala berkat yang saya terima. Semua ini adalah anugerah dari Tuhan,” ujar Yohanis.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu yang hadir dan berbagi sukacita bersama keluarganya.

“Bersama keluarga, saya mengucapkan terima kasih karena sudah hadir dan berbagi kebahagiaan, serta bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa,” katanya.

Perayaan itu bukan sekadar menandai bertambahnya usia seorang kepala daerah. Melalui pesan homili yang disampaikan, malam syukur tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat justru lahir dari hati yang rendah, mau melayani, dan tetap bersandar kepada Tuhan di tengah berbagai tanggung jawab yang diemban.

***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *