Cinta, Sejarah, dan Sepak Bola: Alasan Azrul Tetap Setia pada Belanda Selama 31 Tahun

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 0

Dari Bintuni untuk Oranje: Cinta Azrul pada Belanda Tak Pernah Pudar Selama 31 Tahun

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Bagi Azrul, mendukung Tim Nasional Belanda bukan sekadar hobi menonton sepak bola. Kecintaannya kepada tim berjuluk Oranje itu telah tumbuh sejak usia lima tahun dan tetap bertahan hingga kini, saat dirinya menginjak usia 36 tahun.

Selama lebih dari tiga dekade, Azrul setia mengikuti perjalanan tim Kincir Angin dalam berbagai ajang internasional. Dari kegagalan yang menyakitkan hingga momen-momen yang membanggakan, dukungannya tidak pernah surut.

Menjelang Piala Dunia 2026, harapan besar kembali ia gantungkan kepada Belanda. Dengan penuh keyakinan, ia berharap trofi paling bergengsi di dunia sepak bola itu akhirnya dapat dibawa pulang oleh Oranje.

“Saya yakin Belanda bisa menjadi juara Piala Dunia 2026,” kata Azrul penuh optimisme.

Kecintaan Azrul terhadap Belanda ternyata tidak hanya lahir dari sepak bola. Ia juga memiliki hubungan emosional dengan sejarah Belanda di Tanah Papua. Apalagi, istrinya berasal dari Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, sebuah wilayah yang memiliki jejak panjang dalam sejarah kolonial Belanda.

Menurut berbagai catatan sejarah, Babo pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan kolonial Belanda tertua di Papua. Pemerintah kolonial mulai membuka pusat administrasi di wilayah itu sekitar tahun 1909 sebelum kemudian dipindahkan dan diresmikan di daratan Babo pada 1912.

Dari kawasan itu, Belanda mengelola pemerintahan yang membawahi wilayah-wilayah masyarakat adat dari suku Sumuri, Wamesa, Irarutu, dan Kuri. Selain menjadi pusat administrasi, Babo juga berkembang sebagai kawasan industri minyak yang sangat sibuk sebelum Perang Dunia II.

Ramainya aktivitas ekonomi saat itu membuat Babo dijuluki sebagai “Surabaya Kecil” bahkan “Parisnya Papua”. Namun jejak kejayaan itu berubah ketika perang berkecamuk. Lapangan terbang yang dibangun Belanda di Babo menjadi salah satu lokasi pertempuran sengit antara pasukan Jepang dan Sekutu.

Di tengah antusiasme menyambut Piala Dunia 2026, Azrul juga mengingatkan sesama pendukung Belanda, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni, agar merayakan sepak bola secara bijak.

Ia berharap para suporter tidak larut dalam euforia berlebihan yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun orang lain, terutama dengan aksi balap liar atau berkendara ugal-ugalan di jalan raya.

“Jangan terlalu euforia berlebihan menggunakan sepeda motor balap-balapan di jalan. Sayangi diri kalian, keluarga, anak, dan istri yang menunggu di rumah,” pesannya.

Bagi Azrul, sosok pemain Belanda yang paling membekas di hatinya adalah Robin van Persie. Penyerang legendaris itu dikenalnya sebagai striker tajam yang pernah membela sejumlah klub besar Eropa, termasuk Arsenal dan Manchester United di Liga Inggris.

Meski perjalanan menuju Piala Dunia 2026 masih panjang, keyakinan Azrul tetap tidak berubah. Seperti jutaan pendukung Oranje di berbagai belahan dunia, ia terus menyimpan harapan bahwa tahun ini akan menjadi saat yang tepat bagi Belanda untuk mengakhiri penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia.

“Dari saya, Belanda juara Piala Dunia 2026. “Hup Holland Hup” Belanda 🇳🇱!,” ujar Azrul dengan penuh semangat.

***(MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *