Views: 19
BWS Optimalkan Sistem Air Baku, Ribuan Warga Bintuni Bersiap Nikmati Layanan Air Bersih
MANOKWARI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id — Harapan ribuan warga Distrik Manimeri dan wilayah sekitarnya untuk kembali menikmati layanan air bersih yang stabil mulai menemukan titik terang. Setelah sempat terganggu akibat banjir Sungai Rajawali pada 2024 yang merusak bangunan intake, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat mulai melakukan penyempurnaan sistem air baku pada 2026.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya memastikan pasokan air dapat mengalir secara aman, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan perkotaan Kabupaten Teluk Bintuni.
Kepala BWS Papua Barat, Wempy Nauw, mengatakan perbaikan difokuskan pada penyempurnaan intake bendung yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir, termasuk perbaikan jaringan pipa di sepanjang jalan raya.
“Tahun ini kami dari BWS Papua Barat menyempurnakan intake bendung yang rusak akibat banjir di Sungai Rajawali pada tahun 2024 dan melakukan perbaikan pipa di jalan raya,” kata Wempy, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, BWS Papua Barat tidak bekerja sendiri. Program penyediaan air baku dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, BPBPK Cipta Karya Papua Barat, serta berbagai pihak terkait agar sistem penyediaan air bersih dapat berjalan secara menyeluruh.
BWS bertanggung jawab pada pembangunan infrastruktur di bagian hulu, mulai dari intake hingga pipa transmisi menuju reservoir. Sementara pemerintah daerah bersama BPBPK Cipta Karya menangani proses pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant/WTP) hingga distribusi kepada masyarakat.
Wempy menjelaskan, pekerjaan yang kini dilakukan meliputi perbaikan intake bendung, pengendalian sedimen, serta penguatan struktur bangunan agar debit air tetap stabil dan distribusi dari hulu ke hilir tidak terganggu.
Hasilnya mulai terlihat. Air baku dari intake kini telah mengalir menuju WTP dan mengisi bak Hidran Umum (HU), sehingga pasokan air untuk kebutuhan masyarakat sudah siap disalurkan.
Meski demikian, BWS masih akan terus melakukan penyempurnaan terhadap seluruh aset yang ada, mulai dari bangunan intake, jaringan perpipaan, bak hidran umum hingga berbagai perlengkapan pendukung agar sistem dapat beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.
“Dengan langkah awal ini semoga sistem pengelolaan air baku menjadi air bersih bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga ke depan kebutuhan air bersih untuk rumah tangga, kebersihan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di Distrik Manimeri, Kampung Atibo, Awaba, SP 4, Tisay, dan wilayah sekitarnya dapat terpenuhi,” ujar Wempy.
Saat ini sejumlah fasilitas utama telah berfungsi, di antaranya bak pengolahan air, jaringan pipa penghantar, serta sistem aliran dan debit yang berjalan lancar.
Layanan air juga telah menjangkau sejumlah titik, yakni Bak Hidran Umum Kodim Atibo, Kebun Jeruk Atibo-Manimeri, Balai Kampung SP 4, Kampung Awaba/Beimes, Kampung Tisay, serta Air Valve Manimeri yang berfungsi mengatur distribusi air ke jaringan pelayanan.
Wempy turut mengapresiasi dukungan TNI, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, BPBPK Cipta Karya Papua Barat, tokoh masyarakat, dan warga yang ikut mendukung kelancaran pembangunan sistem air bersih tersebut.
Ia berharap tersedianya layanan air bersih tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi warga di kawasan perkotaan Teluk Bintuni.
“Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Ketersediaannya menjadi penopang kesehatan keluarga, aktivitas pendidikan, hingga roda perekonomian. Karena itu, penyempurnaan sistem air baku ini diharapkan memberi manfaat yang berkelanjutan bagi warga Teluk Bintuni,” tutupnya.
***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***













