Upacara Hari Bhayangkara di Teluk Bintuni, Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 2

Hari Bhayangkara ke-80, Polri di Teluk Bintuni Didorong Perkuat Kepercayaan Publik

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Di tengah tantangan keamanan yang kian kompleks, Kepolisian Republik Indonesia memasuki usia ke-80 dengan tuntutan yang semakin besar: menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, cepat, dan humanis.

Pesan itu mengemuka dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Teluk Bintuni di Lapangan Apel Mako Polres, Rabu (1/7/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K., memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur.

Hadir pula Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, pimpinan Perbankan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah.

Personel gabungan dari Polres Teluk Bintuni, Kodim 1806/Teluk Bintuni, TNI AL, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan sejumlah unsur lainnya mengikuti upacara yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia. Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri atas pengabdian mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mengawal berbagai program pembangunan nasional.

Menurut Presiden, tema Hari Bhayangkara tahun ini harus dimaknai sebagai komitmen bahwa setiap tugas kepolisian bermuara pada kepentingan masyarakat. Pelayanan yang cepat, perlindungan yang adil, serta penegakan hukum yang profesional menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.

Presiden juga mengingatkan bahwa perubahan situasi global menghadirkan tantangan baru, mulai dari kejahatan siber, kejahatan transnasional, hingga ancaman terhadap stabilitas nasional. Karena itu, Polri dituntut terus bertransformasi menjadi institusi yang prediktif, adaptif, dan berbasis teknologi.

Selain menjaga keamanan, Polri dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan, Program Makan Bergizi Gratis, pemberantasan narkoba dan judi online, penyediaan perumahan bagi masyarakat, hingga pengamanan proyek-proyek strategis nasional.

Sebagai arah kebijakan ke depan, Presiden memberikan lima penekanan kepada jajaran Polri, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia di era digital, membangun sistem kepolisian yang berbasis data dan kolaboratif, serta menjaga integritas untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Upacara ditutup dengan menyanyikan Himne Polri dan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Memasuki usia delapan dekade, tantangan Polri bukan lagi sekedar menjaga keamanan. Yang tak kalah penting adalah memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayan publik yang bekerja dengan hati, profesional, dan berintegritas.

***(Tim/Red/MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *