Views: 27
Bupati Teluk Bintuni Ajak Pemuda Pantekosta Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, S.E., M.H. mengajak pemuda dan remaja Pantekosta mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Ajakan itu disampaikan saat memaparkan materi kepada ribuan peserta Youth Camp Pelprap GPdI se-Papua Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni, Rabu (1/7/2026).
Dalam paparannya, Yohanis menegaskan Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar bangsa saat Indonesia genap berusia satu abad. Pada momentum tersebut, Indonesia diharapkan menjadi negara yang berdaulat, adil, maju, modern, makmur, serta mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju di dunia.
Menurut dia, generasi muda memegang peran strategis dalam mewujudkan visi tersebut. Indonesia akan menikmati bonus demografi ketika jumlah penduduk usia produktif mendominasi. Kondisi itu menjadi peluang besar apabila mampu diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing global.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin Indonesia pada 2045. Karena itu, sejak sekarang harus mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan, karakter, integritas, dan takut akan Tuhan,” ujar Yohanis.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki berbagai modal besar, mulai dari letak geografis yang strategis, kekayaan sumber daya alam, hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Potensi tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi, mendorong hilirisasi industri, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan berbagai inovasi.
Namun, Yohanis mengingatkan bahwa generasi muda juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Arus globalisasi, digitalisasi, persaingan bebas, pengaruh budaya luar, hingga krisis moral menjadi persoalan yang harus diantisipasi.
Selain itu, kesenjangan pendidikan, keterampilan, dan kesempatan kerja juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui peningkatan kompetensi.
Menurutnya, kompetensi tidak hanya dibentuk oleh kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan sikap. Sementara kepemimpinan lahir dari perpaduan talenta, pendidikan, dan pengalaman dalam organisasi maupun dunia kerja.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya. Kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan menjadi sektor yang harus terus dikembangkan agar lahir lapangan pekerjaan baru melalui UMKM maupun ekonomi digital.
Bupati menegaskan, pemuda Pantekosta harus tampil sebagai agen perubahan, calon pemimpin masa depan, manajer masa depan, sekaligus pelayan masyarakat yang memberi manfaat bagi keluarga, gereja, masyarakat, bangsa, bahkan dunia.
Untuk mewujudkan hal itu, ia mengajak peserta memperkuat kehidupan spiritual melalui doa, ibadah, serta membangun integritas dan karakter Kristiani. Selain itu, pemuda harus disiplin, bertanggung jawab, bekerja keras, visioner, meningkatkan pendidikan dan literasi, menguasai keterampilan digital, adaptif terhadap perubahan, mampu berkolaborasi, serta memiliki jiwa kewirausahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Yohanis juga mengingatkan agar generasi muda menghindari kebiasaan yang dapat menghambat masa depan, seperti malas, menunda pekerjaan, terlalu santai, dan hanya berangan-angan tanpa tindakan nyata.
Sebaliknya, pemuda unggul adalah mereka yang memiliki visi yang jelas, kreatif, inovatif, tekun belajar, rajin bekerja, menguasai teknologi informasi, serta mampu berkomunikasi menggunakan bahasa asing seperti Bahasa Inggris maupun Mandarin.
Menutup pemaparannya, Bupati Yohanis mengajak seluruh pemuda dan remaja Pantekosta menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, dan akuntabel dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menguatkan pesannya dengan firman Tuhan, “Ini aku, utuslah aku” (Yesaya 6:8), “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13), serta “Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi” (Yosua 1:9).
Bagi Bupati Teluk Bintuni, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi terutama oleh kualitas generasi muda yang dipersiapkan mulai hari ini.
***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***













