Views: 18
Bupati Yohanis Manibuy Kukuhkan 41 Paskibraka Teluk Bintuni
BINTUNI, inspirasipapua.id — Sebanyak 41 putra-putri Kabupaten Teluk Bintuni berdiri tegak di Gedung Women and Child Center (WCC), Sabtu, 15 Agustus 2026. Sehari sebelum Sang Merah Putih dikibarkan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mereka menerima amanah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Teluk Bintuni.
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, SE., MH., secara resmi mengukuhkan mereka dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Pengukuhan itu bukan sekadar seremoni menjelang upacara kemerdekaan. Bagi 41 anggota Paskibraka, momen tersebut menjadi penanda bahwa rangkaian seleksi, pembinaan, dan latihan panjang telah membawa mereka pada tugas yang dipercayakan negara.
Hadir dalam pengukuhan itu Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara, Pj. Sekda Ir. I.B. Putu Suratna, MM., Danbrigif 26/GP Letkol Inf. Alexander Eko Setiawan, SE., Danpos AL Letda Lutfi, Danyonif 763/SBA Letkol Inf. Eko Novandi Saputro, S.IP., Dandim 1806/TB Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Muhammad Ikbal, SH., MH., Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, S.I.K., jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah serta tamu undangan.
Prosesi diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Teluk Bintuni membacakan ikrar Paskibraka.
Ikrar tersebut menjadi pengingat bahwa tugas mengibarkan bendera bukan hanya soal ketepatan langkah dan gerakan. Ada tanggung jawab, kedisiplinan, kekompakan, serta penghormatan terhadap simbol negara yang harus dijaga.
Prosesi inti ditandai dengan penyematan lencana dan pemasangan kendit merah putih secara simbolis oleh Bupati Yohanis Manibuy kepada pemimpin upacara.
Dengan penyematan itu, 41 anggota Paskibraka resmi dikukuhkan untuk menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Wajah para anggota Paskibraka menyimpan campuran bangga dan haru. Mereka telah melewati proses yang tidak singkat. Seleksi menjadi pintu awal, kemudian dilanjutkan pembinaan dan latihan intensif yang menguji fisik, mental, disiplin, serta kemampuan bekerja sebagai satu kesatuan.
Di balik barisan yang tampak rapi itu, ada proses belajar tentang tanggung jawab.
Seorang anggota Paskibraka tidak hanya dituntut mampu berjalan tegap atau mengibarkan bendera dengan sempurna. Mereka belajar bahwa satu kesalahan kecil dalam barisan dapat memengaruhi keseluruhan formasi. Karena itu, kekompakan menjadi bagian penting dari tugas tersebut.
Nilai itulah yang membuat Paskibraka relevan bagi generasi muda. Pengalaman selama menjalani pelatihan dapat menjadi bekal untuk membangun karakter: datang tepat waktu, mematuhi aturan, menghargai rekan, menyelesaikan tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tekanan.
Paskibraka pada akhirnya bukan sekadar pasukan yang hadir dalam sebuah upacara. Mereka adalah representasi anak muda yang diberi kepercayaan untuk mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan.
Kepercayaan itu sekaligus membawa pesan bahwa nasionalisme tidak berhenti pada upacara dan penghormatan kepada bendera. Semangat kebangsaan juga diwujudkan melalui kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, menjaga persatuan, serta ikut membangun daerah.
Karena itu, 41 anggota Paskibraka Teluk Bintuni 2026 diharapkan mampu menjaga kehormatan dan amanah yang diberikan. Tugas mereka mungkin berlangsung dalam hitungan menit saat Sang Merah Putih dikibarkan, tetapi nilai yang dibawa dari proses tersebut diharapkan melekat jauh lebih lama.
Pengukuhan kemudian ditutup dengan foto bersama Bupati Yohanis Manibuy, jajaran Forkopimda, anggota Paskibraka, pimpinan perangkat daerah dan para tamu undangan.
Bagi Teluk Bintuni, barisan 41 anak muda itu menjadi bagian dari wajah perayaan kemerdekaan. Mereka tidak hanya membawa bendera ke tiang upacara, tetapi juga membawa harapan tentang generasi yang tumbuh dengan disiplin, tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap Indonesia.
**(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)**













