Jam Nyala Listrik Dipangkas, Pemkab Bintuni Buka Alasan di Balik Keterbatasan Solar

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 111

Jam Listrik Dipangkas Jadi 6 Jam, Pemkab Bintuni: Bukan Karena Solar Disalahgunakan

BINTUNI, inspirasipapua.id — Ketika listrik hanya menyala sekitar enam jam sehari, yang terdampak bukan sekadar lampu rumah. Aktivitas warga, pelayanan publik, usaha kecil, hingga kebutuhan belajar anak-anak ikut menyesuaikan.

Di tengah kondisi itu, beredar isu di media sosial yang menuding stok solar untuk pembangkit listrik di distrik dan kampung-kampung disalahgunakan.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni membantah dugaan tersebut. Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Teluk Bintuni, Moses Koropasi, mengatakan pengurangan jam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) terjadi karena keterbatasan anggaran. “Hal ini murni dikarenakan adanya efisiensi anggaran,” kata Koropasi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, pada tahun-tahun sebelumnya anggaran yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan BBM hingga satu tahun. Tahun ini, alokasi tersebut berkurang sehingga penggunaan solar harus disesuaikan.

Pemerintah menetapkan kuota 12 ton solar untuk setiap unit PLTD. Dengan kondisi anggaran saat ini, stok tersebut harus dikelola agar pelayanan listrik tetap berjalan.

Untuk mencegah munculnya persoalan baru, pemerintah memperketat pencatatan distribusi dan penggunaan BBM. Setiap pengeluaran wajib dicatat, berita acara serah terima stok harus dibuat dan ditandatangani, sementara data penggunaan akan diverifikasi serta dicocokkan dengan pihak penyedia BBM.

“Tujuannya agar ada data yang konkret dan terverifikasi, sehingga tidak menimbulkan asumsi-asumsi yang tidak benar di tengah masyarakat,” ujar Koropasi.

Koropasi mengimbau 41 operator PLTD yang tersebar di 28 distrik dan kampung agar menggunakan BBM secara hemat dan bertanggung jawab. Ia juga meminta masyarakat memahami penyesuaian jam listrik sebagai konsekuensi keterbatasan anggaran, sembari membuka ruang bagi perusahaan yang beroperasi di Teluk Bintuni untuk ikut membantu pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat apabila memungkinkan.

“Mari kita jaga dan gunakan stok yang ada dengan bijak. Selalu pastikan informasi dari sumber resmi sebelum mempercayai kabar yang beredar,” katanya.

**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *