Babo Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Pesisir, Pemkab Mulai Tata Aset Daerah

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 58

“Babo Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Pesisir, Pemkab Telusuri Aset Daerah”

BABO, inspirasipapua.id — Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mulai menyiapkan Distrik Babo sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir. Distrik tertua sekaligus pintu masuk Teluk Bintuni itu dinilai memiliki posisi strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi, terutama melalui optimalisasi aset milik pemerintah daerah.

Langkah awal dilakukan dengan mendata dan meninjau kembali sejumlah aset tanah dan bangunan milik Pemkab Teluk Bintuni yang selama ini dimanfaatkan oleh BP Tangguh. Aset tersebut antara lain berada di kawasan Babo Camp atau mess karyawan, sekitar pelabuhan, dermaga, hingga kawasan bandara Babo.

Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy akrab disapa Anisto mengatakan penataan kawasan Babo harus dimulai dengan memastikan status, keberadaan, serta potensi pemanfaatan aset pemerintah daerah. Dengan begitu, aset yang selama ini belum dikelola secara optimal dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Peninjauan awal dilakukan Bupati Yohanis bersama Habel Tanati, Social Performance and Delivery Manager bp Indonesia (BP Tangguh LNG), Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Jandry Salakory, staf pengelola aset daerah BPKAD, pengurus BUMD, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah Distrik Babo, serta pihak terkait lainnya.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Babo Camp atau mess singgah karyawan BP sebelum menuju lokasi operasional perusahaan. Pemerintah daerah memperoleh informasi mengenai rencana penyerahan kembali sejumlah bangunan yang berdiri di atas tanah milik Pemda untuk selanjutnya dikelola pemerintah daerah.

“Kami mendapatkan kabar baik atas adanya upaya pemeriksaan aset yang dilakukan pemerintah daerah bersama perwakilan manajemen BP Tangguh. Ada sejumlah aset yang berpotensi dimanfaatkan dan dikelola pemerintah daerah melalui BUMD,” kata Yohanis.

Menurut dia, peluang pengelolaan aset tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui kajian bersama. Pemerintah daerah ingin memastikan pemanfaatannya tidak berhenti pada pencatatan administrasi, tetapi menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kawasan.

Jika proses penghibahan dan penyerahan aset dapat direalisasikan sesuai ketentuan, bangunan seperti mess atau rumah singgah berpeluang dikelola BUMD sebagai fasilitas penginapan. Pengelolaan tersebut diharapkan membuka sumber pendapatan baru sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Babo.

Yohanis mengatakan, penguatan aset daerah menjadi penting karena struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Teluk Bintuni masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah perlu mencari sumber pendapatan alternatif melalui pengelolaan kekayaan daerah secara produktif.

“Setiap aset yang berada di kawasan strategis harus memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kita ingin aset-aset ini dapat dikelola dengan baik sehingga ikut memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujarnya.

Rencana tersebut juga berkaitan dengan revitalisasi infrastruktur transportasi, khususnya pembangunan dermaga Pelabuhan Babo yang sedang berjalan. Infrastruktur pelabuhan diharapkan menjadi penggerak konektivitas dan distribusi barang maupun jasa, sekaligus membuka peluang usaha baru di kawasan pesisir.

Bagi pemerintah daerah, pengembangan Babo tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur. Penataan ruang, kepastian status tanah, pendataan aset, serta model pengelolaan yang jelas menjadi pekerjaan penting agar potensi ekonomi kawasan dapat berkembang secara terarah.

Yohanis mengapresiasi inisiatif BP Tangguh yang merencanakan penyerahan kembali bangunan di atas tanah milik pemerintah daerah. Ia berharap komunikasi dan koordinasi kedua pihak terus berjalan hingga proses administrasi dan pengelolaan aset dapat dituntaskan.

“Terima kasih dan apresiasi kepada BP Tangguh serta manajemen pusat atas niat baik dan rencana penyerahan aset ini. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat aset pemerintah daerah dan membuka sumber PAD ke depan,” kata Yohanis.

Penataan aset tersebut kini menjadi bagian dari agenda lebih besar pemerintah daerah: menjadikan Babo bukan hanya pintu masuk Teluk Bintuni, tetapi juga kawasan yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi pesisir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

(MA/red/Inspirasi Papua)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *