Views: 8
“OPD Antusias Sambut Gerak Serasi, RSUD Bintuni Jemput Bola Penuhi Kebutuhan Darah”
BINTUNI, inspirasipapua.id — Kebutuhan darah bagi pasien rumah sakit tidak selalu bisa menunggu. Dalam kondisi darurat, seperti ibu melahirkan yang mengalami komplikasi atau korban kecelakaan, ketersediaan darah menjadi penentu penting dalam tindakan medis. Karena itu, partisipasi pendonor sukarela menjadi kebutuhan bersama, bukan semata tanggung jawab rumah sakit.

Semangat tersebut mulai terlihat melalui antusiasme sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam menyambut program Gerakan Rekrutmen Aktif Donor Serasi (GERAK SERASI) yang digagas RSUD Teluk Bintuni.
Melalui program dengan sistem mobile unit atau jemput bola ini, tim RSUD mendatangi langsung instansi pemerintah dan kelompok masyarakat untuk mengajak pegawai menjadi pendonor darah sukarela. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Sosial, Kompleks Perkantoran Bupati, Distrik Manimeri, Kamis (5/11/2026).

Kepala Seksi Penunjang Medis RSUD Teluk Bintuni sekaligus Koordinator Lapangan Gerak Serasi, I Ketut Ganti, SKM., mengatakan keterlibatan OPD menjadi modal penting untuk membangun budaya donor darah secara rutin di lingkungan pemerintahan.
Menurut dia, kegiatan kali ini melibatkan empat OPD, yakni Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dinas Sosial menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.
“Antusiasme dari beberapa OPD cukup baik. Dalam satu kali pelaksanaan, biasanya kami menggabungkan tiga sampai empat OPD agar kegiatan lebih efektif dan bisa menjangkau lebih banyak calon pendonor,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, Gerak Serasi merupakan inovasi RSUD Teluk Bintuni untuk menjawab persoalan keterbatasan stok darah sekaligus mendukung program Bupati Teluk Bintuni di bidang pelayanan kesehatan.
Selama ini, kebutuhan darah di RSUD Teluk Bintuni rata-rata mencapai 120 hingga 150 kantong setiap bulan. Namun, ketersediaan stok belum selalu mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam kondisi tertentu, keluarga pasien bahkan harus mencari pendonor pengganti agar tindakan medis dapat dilakukan.
“Selama ini rumah sakit sering mengalami kekurangan stok darah. Kalau ada kasus tertentu, pihak keluarga pasien biasanya harus mencari pendonor pengganti. Melihat kondisi tersebut, kami bersama pimpinan bersepakat membuat satu program terobosan melalui Gerak Serasi,” katanya.

Program ini tidak hanya menyasar OPD, tetapi juga instansi vertikal, badan usaha milik negara (BUMN), organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga masyarakat umum.
Pelaksanaannya telah ditindaklanjuti melalui surat edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan dijadwalkan setiap Selasa dan Kamis pada minggu pertama dan minggu keempat setiap bulan.
Menurut I Ketut Ganti, meskipun baru berjalan sejak awal Oktober 2026, program tersebut mulai mendapatkan respons positif. Sebagai gambaran, kegiatan donor darah di Mako Brimob sebelumnya berhasil mengumpulkan 145 kantong darah. Sementara pada kegiatan lainnya, tim memperoleh 14 kantong.
Setiap kunjungan ke OPD ditargetkan dapat mengumpulkan sedikitnya 20 kantong darah. Target tersebut diharapkan terus meningkat seiring meluasnya sosialisasi dan keterlibatan berbagai instansi.
Di sisi lain, Gerak Serasi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya donor darah dan prosedur kesehatan sebelum seseorang dinyatakan layak menjadi pendonor.
I Ketut Ganti menjelaskan, tidak semua orang yang datang langsung dapat mendonorkan darahnya. Calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan atau skrining untuk memastikan kondisi kesehatannya memenuhi persyaratan. Pemeriksaan awal dalam kegiatan tersebut meliputi penentuan golongan darah ABO dan pemeriksaan tekanan darah.
Ia juga meluruskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) merupakan program tersendiri dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas, bukan bagian dari pemeriksaan rutin donor darah oleh tim RSUD.
“Kami berharap ke depan kegiatan Gerak Serasi ini bisa berjalan bersama dengan program pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan. Sehingga dalam satu kali kegiatan, masyarakat bisa mendapatkan beberapa bentuk pelayanan sekaligus,” ujarnya.
RSUD Teluk Bintuni menargetkan Gerak Serasi ke depan mampu memenuhi sedikitnya 80 persen dari total kebutuhan darah rumah sakit setiap bulan. Target tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem ketersediaan darah yang lebih terencana dan berkelanjutan.
“Kalau program ini sudah berjalan normal, target kami paling tidak bisa memenuhi 80 persen kebutuhan darah setiap bulan. Dengan begitu, ketika ada pasien emergency, seperti ibu melahirkan yang mengalami kondisi darurat atau korban kecelakaan yang membutuhkan transfusi segera, keluarga pasien tidak lagi dibebankan untuk mencari pendonor pengganti,” ungkapnya.
Antusiasme OPD dalam kegiatan ini menjadi awal penting bagi tumbuhnya solidaritas kemanusiaan di lingkungan pemerintahan. Sebab, satu kantong darah bukan sekadar hasil kegiatan sosial, melainkan kesempatan bagi seseorang untuk mendapatkan pertolongan dan melanjutkan hidup.
Melalui Gerak Serasi, RSUD Teluk Bintuni berharap donor darah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan sukarela yang melibatkan lebih banyak instansi dan masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah kantong darah yang terkumpul, melainkan dari semakin terjaminnya kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan pertolongan.
(MA/red/inspirasipapua.id)












