Views: 94
Solidaritas Mahasiswa Papua Pegunungan & Sorong Raya Salurkan Bantuan Tunai dan Logistik untuk Korban Banjir Bandang di Nduga
WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN— Gerakan kemanusiaan yang digalang para mahasiswa Papua Pegunungan dan mahasiswa Sorong Raya kembali menunjukkan kekuatannya.
Melalui Tim Solidaritas Papua Pegunungan, bantuan berupa pakaian layak pakai dan uang tunai berhasil diantarkan langsung ke dua titik posko pengungsian korban banjir bandang di Kabupaten Nduga.
Bantuan tersebut disalurkan pada Minggu (30/11/2025) kepada Posko Ilekma, yang menampung keluarga korban dari Distrik Dal, serta Posko Pintas, tempat pengungsian warga dari Distrik Mebarok. Total bantuan yang diserahkan berupa dua karung pakaian layak pakai dan uang tunai sebesar Rp50 juta, yang dibagi merata untuk kedua posko.
Ketua Tim Solidaritas Papua Pegunungan, Ribion Kamarigi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil penggalangan dari para mahasiswa dan simpatisan di berbagai wilayah. “Kami mengantarkan bantuan darurat ini melalui Tim Solidaritas.
Selanjutnya bantuan didistribusikan langsung kepada warga terdampak,” ujar Kamarigi dalam keterangan tertulis.
Ucapan Terima Kasih dari Para Tokoh Lokal
Rasa haru dan syukur datang dari masyarakat penerima bantuan. Tokoh intelektual Distrik Dal, Human Kogoya, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para mahasiswa.
> “Terima kasih atas ungkapan syukur dan penghargaan yang diberikan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang mengalami masa sulit,” ungkapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Distrik Mebarok, Lenanus Wandikbo, juga memberikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
“Saya sangat bersyukur memiliki rekan-rekan seperti kalian. Terima kasih atas dukungan selama masa sulit ini. Kebaikan ini sangat berarti bagi para korban terdampak banjir bandang,” ujarnya.
Warga kedua distrik juga menyampaikan doa dan harapan baik untuk seluruh pihak yang telah berpartisipasi. “Doamu dan dukunganmu sangat berarti bagi kami. Terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam,” demikian ungkapan para pengungsi.
530 Kepala Keluarga Terdampak, 23 Warga Masih Hilang
Data sementara yang dihimpun Tim Solidaritas mencatat 530 kepala keluarga terdampak bencana di dua distrik. Rinciannya, 350 KK berada di Distrik Dal dan 180 KK di Distrik Mebarok.
Sekretaris Tim, Salmon Yumai, menjelaskan bahwa banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Sabtu, 1 November 2025, menimbulkan kerusakan parah di pemukiman warga.
“Peristiwa ini menelan korban jiwa sebanyak 10 orang meninggal dunia dan 13 orang dinyatakan hilang. Bencana dipicu hujan ekstrem dengan intensitas sedang hingga lebat,” katanya.
Solidaritas yang Tak Pernah Padam
Aksi kemanusiaan yang dilakukan mahasiswa Papua Pegunungan dan Sorong Raya ini menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan di tengah bencana tetap menyala. Di saat warga menghadapi trauma dan kehilangan, kepedulian seperti inilah yang memberi harapan baru.
Upaya penggalangan bantuan berikutnya masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi di dua distrik tersebut.
(Koresponden: Ribion Kamarigi, Jeri P. Degei | MA | Inspirasi Papua)













