“Semua Saya Borong!” Aksi Spontan Bupati Yohanis Manibuy Bikin Mama-Mama Papua Tersenyum

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 14

Bupati Yohanis Manibuy Borong Dagangan Mama-Mama Papua di Atibo, Wujud Dukungan bagi Ekonomi Rakyat

 

BINTUNI, PAPUABARAT, inspirasipapua.id– Di sela-sela kegiatan peresmian dimulainya pekerjaan pelebaran dan peningkatan Jalan Dua Jalur Atibo–Kantor Bupati, Bupati Yohanis Manibuy menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memborong seluruh dagangan Mama-mama Papua yang berjualan di pondok pasar Kampung Atibo, Distrik Manimeri, Sabtu (27/6/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi memulai pekerjaan pelebaran dan peningkatan jalan menuju dua jalur Atibo–Kantor Bupati. Pekerjaan tersebut ditandai dengan prosesi adat dan pengguntingan pita yang berlangsung di kawasan Jalan Atibo, Distrik Manimeri.

Usai mengikuti rangkaian seremoni, Bupati menghampiri para pedagang yang menjajakan hasil kebun mereka. Dengan ramah ia menyapa para Mama Papua.

“Mama jual apa?” tanya Bupati.

Setelah salah seorang pedagang menjawab bahwa yang dijual merupakan hasil kebun, Bupati langsung berkata, “Semua saya borong, nanti saya bayar.”

Sontak, seluruh hasil kebun yang dipajang di lapak para pedagang habis dibeli. Beragam komoditas yang diborong antara lain rica (cabai), petatas (ubi jalar), kasbi (ubi kayu), keladi, pisang, kacang tanah, bunga pepaya, hingga daun pepaya. Seluruh hasil pertanian tersebut merupakan panen dari kebun milik warga Kampung Atibo dan sekitarnya.

Aksi spontan Bupati disambut sukacita oleh para Mama Papua yang selama ini mengandalkan hasil penjualan kebun untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pendapatan dari berjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Salah seorang pedagang, Laurince Iba, mengatakan hasil jualannya menjadi penopang ekonomi keluarga. Ia mengaku uang yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan anaknya yang kini duduk di bangku kelas 1 SMP.

“Kalau hasil jualan ada, dipakai untuk kebutuhan rumah dan sekolah anak. Memang hasilnya tidak menentu, tetapi sangat membantu,” ujarnya.

Para pedagang juga mengungkapkan bahwa pembeli yang paling sering datang merupakan pegawai di lingkungan Kantor Bupati Teluk Bintuni maupun masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

“Yang biasa beli di sini mas-mas, pegawai yang turun dari Kantor Bupati. Mereka beli sayur, bunga pepaya, daun pepaya, jadi apa yang kitong jual di sini,” ujar salah seorang Mama Papua dengan dialek khas Papua.

Selain mengandalkan hasil penjualan kebun, beberapa pedagang mengaku pernah menerima bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), dengan besaran bantuan berkisar Rp600 ribu hingga sekitar Rp1 juta.

Tindakan Bupati Yohanis Manibuy memborong seluruh dagangan Mama-mama Papua menjadi simbol kepedulian Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terhadap pelaku usaha kecil dan petani lokal. Langkah tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus mengembangkan hasil pertanian sekaligus memperkuat perekonomian kampung.

Momentum ini juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan pemasaran hasil kebun lokal serta peningkatan kesejahteraan Mama-mama Papua yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga.

***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *