Views: 1
Tinggalkan Warisan yang Tak Pernah Habis: Melianus Yettu Siapkan Kebun Pala untuk Anak Cucu
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Suku, sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Sougb Kabupaten Teluk Bintuni, Melianus Yettu, S.IP, memilih menanam harapan untuk masa depan keluarganya dengan cara yang sederhana namun bernilai besar: berkebun pala.
Sejak tahun 2013, Melianus mulai merintis perkebunan pala di atas lahan seluas 10 hektare yang telah ia siapkan.
Hingga kini, lebih dari 6 hektare lahan telah ditanami ribuan pohon pala yang sebagian sudah mulai berproduksi.
Bagi Melianus, kebun pala bukan sekedar usaha pertanian. Lebih dari itu, kebun tersebut merupakan warisan jangka panjang yang ingin ia tinggalkan bagi anak cucunya kelak.
“Saya berpikir bagaimana meninggalkan sesuatu yang bisa terus dikembangkan oleh anak-anak dan cucu-cucu saya di masa depan. Pala adalah salah satu jawabannya,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Teluk Bintuni, khususnya Suku Sougb, sudah sejak lama mengenal dan membudidayakan tanaman pala. Karena itu, potensi yang dimiliki daerah ini sangat besar apabila dikelola dengan baik.
Menariknya, Melianus mengaku dirinya bukan berlatar belakang pertanian. Pendidikan dan pekerjaan yang ia tekuni selama ini lebih banyak berada di bidang pemerintahan. Namun keterbatasan pengetahuan tidak membuatnya ragu untuk memulai.
“Saya bukan ahli pertanian. Tetapi saya percaya kalau ada kemauan, pasti bisa belajar dan berhasil.
Saya sendiri memulai dari nol sampai akhirnya bisa memiliki kebun pala yang sekarang sudah menghasilkan dan mulai menikmati hasilnya,” katanya.
Keyakinan itulah yang terus ia pegang hingga kini. Baginya, keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh latar belakang pendidikan, melainkan oleh kemauan, kerja keras, dan konsistensi.
Selain menjadi warisan keluarga, Melianus melihat pala sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hampir seluruh bagian buah pala memiliki nilai jual, mulai dari daging buah, biji hingga bunga pala yang selama ini menjadi komoditas unggulan di pasaran.
“Pala memiliki nilai ekonomi yang baik dari dulu sampai sekarang. Karena itu saya yakin tanaman ini bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat.
Dan saya melihat dan merasakan ketika musim panen buah pala, bukan kita mencari pembeli tetapi pembeli yang datang sendiri membeli pala,” tuturnya.
Melianus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, khususnya Dinas Pertanian, yang selama ini telah memberikan dukungan kepada para petani dan dirinya melalui bantuan peralatan, serta biaya pemeliharaan, hingga pembersihan lahan.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat untuk semakin giat mengembangkan sektor perkebunan.
Lebih jauh, ia berharap semakin banyak warga memanfaatkan lahan kosong yang masih tersedia luas untuk ditanami tanaman produktif, terutama pala.
“Berkebun pala bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Ini bisa menjadi warisan bagi anak cucu, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkapnya.
Di akhir pesannya, Melianus mengajak generasi muda dan masyarakat Teluk Bintuni untuk tidak membiarkan lahan tidur terbengkalai tanpa manfaat.
“Tanah yang kita miliki adalah aset berharga. Mari manfaatkan untuk menanam pala dan tanaman produktif lainnya. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi bekal kehidupan anak cucu kita di masa depan,” pesannya.
Kisah Melianus Yettu menjadi bukti bahwa membangun masa depan tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau keahlian khusus. Dengan kemauan, ketekunan, dan visi yang jauh ke depan, sebidang tanah dapat berubah menjadi sumber kesejahteraan yang terus tumbuh dan memberi manfaat lintas generasi.
***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***













