Masyarakat Bintuni Diajak Mandiri Malalui Budidaya Tanaman Minyak Atsiri Sere Wangi

Nampak petani lokal di kampung Bumisaniari SP-3 Distrik Manimeri sedang membudidayakan tanaman Sere Wangi. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 2

BINTUNI, InspirasiPapua.idMasyarakat Teluk Bintuni khususnya masyarakat SP-3 Distrik Manimeri diajak untuk bisa mandiri dan termasuk masyarakat Teluk Bintuni umumnya agar tidak hanya tergantung pada APBD Kabupaten Teluk Bintuni.
Dimana seorang anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Teluk Bintuni Sujono merasa terpanggil mencoba merintis budidaya minyak atsiri dari Sere Wangi (Sere Merah) dengan mengajak masyarakat di Kampung Bumi Saniari SP-3 Distrik Manimeri untuk membudidayakan Sere Wangi pada lahan seluar 1 (satu) hektar lebih.
Anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Sujono saat ditemui media ini di kediamannya di Banjar Ausouy SP-3 Manimeri. IP-IST
“Dan saat ini Sere Wangi tersebut sudah ditanam dan sedang dalam proses pemeliharaan yang bibitnya didatangkan khusus dari Bogor.
Bahkan mesin penyulingan Sere Merah tersebut juga telah dipesan dan dalam perjalanan dan diperkirakan dalam waktu dekat akan sampai di Bintuni,” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Sujono kepada wartawan,  Senin (16/05/2022) ketika ditemui dikediamannya di Kampung Banjar Ausoy SP-4 Distrik Manimeri.
Lanjut Sujono dari Partai Perindo itu bahwa minyak Sere Wangi tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai minyak urut yang aman terhadap lingkungan.
“Selain itu mudah didapatkan di pasar karena banyak usaha rumah tangga yang bergerak dalam bidang produksi minyak atsiri Sere Wangi ini.
Manfaat lainnya yaitu dapat juga digunakan untuk bahan baku kosmetik. Pemasarannya kita akan pasarkan ke Surabaya. Dan kalau di sini kapasitasnya sudah banyak apa salahnya kita juga akan pasarkan ke luar negeri.
Berapa ratus ton pun kita akan pasarkan. Dimana kita sudah memiliki jaringan pemasaran Minyak Atsiri Sere Wangi ini,” papar Sujono.
Anggota DPRD Teluk Bintuni dari Dapil II itu juga mengatakan bahwa kalau petani di Bumi Saniari SP-3 ini kedepan berhasil membudidayakan Sere Wangi ini maka pihaknya juga akan memproduksi minyak lainnya seperti minyak Lawang , Kayu Putih serta minyak Nilam.
“Minyakl Sere Wangi ini memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding dengan bahan pestisida sintetik. Serta mudah dalam pengaplikasian sehingga dapat dilakukan oleh setiap orang.
Dan kedepannya kita berharap minyak Atsiri Sere Wangi ini menjadi salah satu icon tanaman unggulan di Kabupaten Teluk Bintuni. Dan masyarakat dapat terpacu untuk membudidayakan tanaman tersebut.
Sehingga masyarakat Bintuni kedepannya tidak hanya tergantung dari anggaran APBD saja dan bahkan pemerintah nantinya diharapkan dapat membantu petani dalam me,mbudidayakan tanaman Sere Wangi ini.
Dimana hal itu sudah kami sampaikan ke Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni dan juga kami sudah melakukan lobi-lobi ke pemerintah provinsi dan mereka sudah memberikan respon yang tinggi,” papar Sujono.
Anggota DPRD Teluk Bintuni 2019-2024 ini juga menjelaskan bahwa dirinya sudah memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan usaha yang sifatnya kemandirian.
Sebab selama ini masyarakat hanya berharap dari APBD atau berharap proyek dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.
“Jadi kita ciptakan kemandirian untuk masyarakat dengan membentuk suatu badan usaha berupa koperasi atau membuat usaha-usaha kecil.
Program ini kami dari DPRD Teluk Bintuni tetap bersimulasi dengan partai. Karena partai juga mempunyai arah tujuan kedepan. Supaya program-program partai juga bisa mengena ke masyarakat .
Terus terang, saya anggota DPRD bukan berasal dari Dapil I  tetapi saya mencoba untuk membuat koperasi yang dapat mengelola hasil-hasil pertanian seperti minyak atsiri Sere Wangi yang saat ini sedang dibudidayakan masyarakat di kampung Bumi Saniari SP-3 distrik Manimeri,” tuturnya.
Pria yang sudah 30 tahun lebih tinggal di Teluk Bintuni bersama keluarganya itu juga menambahkan bahwa minyak atsiri berbahan baku dari tanaman Sere Wangi atau Sere Merah tersebut akan susuling menjadi minyak yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
“Kenapa saya bergerak pada komoditi Sere Wangi atau Sere Merah sepenuhnya. Karena tanaman sayur-sayuran di saat panen raya susah sekali pemasarannya.
Tetapi kalau minyak atsiri Sere Wangi ini masuk dalam komoditi ekspor. Dan seberapapun banyaknya minyak atsiri Sere Wangi ini akan bisa keluar atau diekspor.
Dan itu sudah saya rintis Insya Allah tahun ini kita sudah dapat melakukan penyulingan Sere Wangi menjadi minyak Atsiri yang dapat menjadi bahan baku kosmetik dan juga dapat dijadikan minyak urut,” pungkasnya. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *