Bupati Perintahkan Dinas Terkait Atur Pembagian Los Di Gedung Baru Pasar Sentral Bintuni Dengan Baik

Nampak masih ada los yang belum digunakan sehingga dinas terkait diberikan kesempatan untuk mengatur pembagian los tersebut. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 4

BINTUNI, InspirasiPapuaGedung baru di Pasar Sentral Bintuni yang baru saja selesai dibangun terlihat sudah mulai ditempati mama-mama Papua untuk berjualan hasil-hasil kebun mereka di los-los gedung baru tersebut.

Terkait penggunaan los di gedung baru di Pasar Sentral Bintuni itu, Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT memerintahkan kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Perindagkop dan UMKM dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Teluk Bintuni agar mengatur pembagian los-los di gedung baru tersebut dengan baik.

Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT. IP-IST

“Jadi saya perintahkan kepada dinas terkait yaitu Dinas Perindagkop dan UKM dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengatur pembagian los di gedung baru itu dengan baik.

Sebab gedung baru tempat los-los mama-mama Papua itu sekarang berjualan ada juga sekelompok penjual asal nusantara yang terkena dampak.

Sewaktu gedung baru itu hendak dibangun dan mereka juga ikut bergeser dari lokasi tersebut.

Maka saya minta agar los yang ada di gedung baru ini juga dialokasikan untuk mereka yang terkena dampak,” ungkap Bupati Petrus Kasihiw dalam pressrealisenya yang disampaikan Kabag Humas dan Protokoler  Setda Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni Dominggus Pattykawa, S.Sos, Sabtu (30/01/2022) kepada wartawan di Bintuni.

Orang Nomor Satu   di Kabupaten Teluk Bintuni itu juga membenarkan bahwa nantinya gedung baru pasar Sentral Bintuni itu akan diisi oleh mama-mama Papua untuk berjualan hasil-hasil kebun mereka.

“Namun lolos-los yang sudah diisi mama-mama Papua di gedung baru itu masih ada sejumlah los yang masih kosong itu agar diisi oleh dinas yang bersangkutan dengan mengakomodir beberapa penjual asal nusantara  yang dulunya terkena dampak pembangunan gedung baru tersebut.

“Jadi jangan ada penjual yang pakai cara-cara yang kurang etis. Jadi kalau ada persoalan agar diserahkan kepada pemerintah untuk menyelesaikannya.

Mama-mama Papua yang sudah menggunakan los di gedung baru pasar Sentral Bintuni untuk menjual hasil kebun mereka. IP-IST

Karena tentunya pemerintah juga akan menyerap aspirasi warga masyarakat terkait pembagian los di gedung baru pasar.

Intinya siapa pun yang masuk di pasar itu dia harus berjualan. Kalau dia tidak berjualan saya akan kasih keluar.

Dan apabila ada mama-mama Papua  yang masuk berjualan dalam pasar itu maka dia tidak boleh memberikan atau menjual los yang telah ditempatinya kepada orang lain.

Dan yang berjualan di dalam los pasar itu adalah mama-mama Papua. Tetapi kalau ada yang bermain bisnis dengan memperjualbelikan los di gedung baru pasar  itu maka saya akan datang dan menyuruh dia keluar dan tidak boleh berjualan,” tutur Bupati Bintuni itu dengan tegas.

Bupati juga mengatakan bahwa sebelum dirinya yang mengecek sendiri apa ada penjual yang memperjualbelikan los di gedung baru itu.

“Maka sebelumnya saya berikan kesempatan dulu kepada dinas terkait untuk mengatur pembagian los-los di gedung baru tersebut.

Karena tidak mungkin Bupati datang langsung ambil alih tugas mereka. Sebab semua ini ada prosedur dimana Dinas Perindagkop dan Bapenda saya harap bisa mengatur pembagian los itu dengan baik sesuai peruntukkannya.

Kalau itu pasar untuk mama-mama Papua maka saya harap mama-mama Papua menggunakan los di gedung baru itu dengan baik untuk berjualan.

Jadi harus diatur dengan baik supaya tidak terjadi keributan. Disamping itu masih banyak kesempatan untuk membenahi pasar sentral Bintuni.

Baik untuk pasar sayur maupun pasar ikan yang ada di dalam pasar sentral itu. Dan bahkan nanti kita akan alihkan pasar ikan itu ke tempat pasar ikan yang baru.

Agar mama-mama Papua yang belum dapat tempat nanti bisa dialihkan berjulan ke tempat pasar ikan yang lama. Jadi saya harap bersabar dan tidak perlu ribut-ribut,” harap Bupati. (01-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *