Royal Sitohang Sejak Kecil Ingin Jadi Polisi, Namun Takdir Hidupnya Menjadi Seorang Jaksa

Mantan Kasi Intel Kejari Teluk Bintuni Royal Sitohang, SH. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 25

BINTUNI, InspirasiPapua.idRoyal Sitohang, SH lahir di Samosir Sumatra Utara (Sumut) 39 tahun silam yaitu tepatnya pada tanggal 07 Juli 1983 dari orang tua yang hidup sederhana sebagai petani.

Pria sederhana dan murah senyum itu merupakan anak ketiga dari sebelas bersaudara yang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Polisi namun Tuhan berkehendak lain yaitu dirinya ditakdirkan menjadi seorang Jaksa.

Mantan Kasi Intel Kejari Bintuni Royal Sitohang, SH yang selalu akrab dengan wartawan atau Pers di Bintuni. IP-IST

Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang polisi pada tahun 2002 Royal mencoba ikut mendaftarkan diri sebagai anggota Polri. Namun sayangnya keinginannya kala itu tidak terwujud dimana dirinya tidak lulus saat mengikuti seleksi calon anggota Polri.

Setelah gagal dalam seleksi Polri tidak menyurutkan semangat Royal dan pada tahun itu juga dirinya mencoba mendaftarkan diri di Kejaksaan Negeri Papua dan Puji Tuhan dirinya pun dinyatakan lulus saat itu.

“Saya sejak kecil sudah bercita-cita ingin menjadi seorang anggota Polisi, namun Tuhan berkehendak lain dimana pada saat mengikuti seleksi waktu itu saya tidak lolos.

Meski tidak lolos saya tidak putus asa atau kehilangan semangat karena saya menyadari betul bahwa sebagai manusia biasa hanya berencana namun semua takdir Tuhan lah yang menentukan,” tutu Royal Sitohang, SH yang pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni itu selama 4 tahun (2018-2022).

Pada tahun 2022 ini Royal dimutasi untuk promosi jabatan sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) di tempat tugas lamanya yaitu Kejaksaan Negeri Nabire diusianya yang kini memasuki 39 tahun yang sukses sebagai Jaksa.

Keberhasilan Royal Sitohang itu tentunya tidak lepas dari didikan kedua orang tuanya sejak kecil. Meski kedua orang tuanya hanya seorang petani tetapi dalam mendidik anak-anaknya cukup keras menyangkut kedisplinan diri.

Didikan itulah yang saat ini berbuah manis menjadikan dirinya sebagai seorang Jaksa yang kuat dalam menghadapi kerasnya hidup dengan cara disiplin dan tidak banyak mengeluh serta mensyukuri dan menikmati apa yang ada.

Selama sekolah Royal mengakui kalau dirinya tidak terlalu menonjol dalam berprestasi seperti beberapa teman-teman sekolahnya.

Kenangan Royal Sitohang, SH saat bersama Haiser Situmorang dari Media Pro Rakyat saat berkunjung ke Kantor Kejari Bintuni. IP-IST

Namun karena ingin mengejar cita-citanya dirinya terus bersekolah meski harus berpindah-pindah sekolah.

Pada tahun 1987 ketika berumur empat tahun dirinya mengikuti kedua orang tuanya pindah ke daerah pegunungan Pardomuan Sumut. Dan disanalah Royal mulai mengenyam pendidikan dari SD hingga SMP yang diselesaikan pada tahun 1999 yang  usianya saat itu enam belas tahun.

Setelah tamat dari SMP Pardomuan, Royal kemudian melanjutkan  ke Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Atas (SMEA) Yayasan Bukit Cahaya Sidikalang Kabupaten Dairi Sumut dan tinggal di rumah Kejari Sidikalang Jhon Walingson Purba.

Selanjutnya pada tahun 2002 dirinya diajak hijrah oleh Kejari Sidikalang Jhon Walingson Purba ke Jayapura karena saat itu John Walingson dimutasi ke Kejaksaan Negeri Jayapura Provinsi Papua dengan jabatan sebagai Pengawas.

Akhirnya Royal pun ikut pindah dan saat itu dirinya sudah kelas 3 atau Kelas 12 ke SMK Negeri 2 Kota Raja Jayapura. Dan berhasil menyelesaikan studinya di SMK Negeri 2 Jayapura tersebut.

Selepas dari SMK Negeri 2 Kota Raja Jayapura pada tahun 2002 Royal pun melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Umel Mandiri Jayapura Provinsi Papua sambil bekerja di Kejaksaan Negeri Jayapura hingga dirinya berhasil lulus dan menyandang gelar sarjana hukum di STIH tersebut.

Royal juga mengungkapkan bahwa meski pun dirinya cukup lama tinggal bersama dengan salah seorang pejabat Kejaksaan namun dirinya waktu itu belum memahami betul fungsi dan tugas seorang  Jaksa.

Namun waktu yang berbicara akhirnya dirinya pun dengan tekun belajar dan akhirnya dirinya lama-kelamaan dengan sendirinya paham akan fungsi dan tugas seorang Jaksa.

Pada tahun 2010 tepatnya diusia ke dua puluh delapan tahun Royal Sitohang akhirnya melepas status lajangnya dengan menikahi atau memperistri seorang dayu asal Bali bernama Komang Triastuti.

Yang telah memberikannya dua orang anak dan   selalu setia mendampinginya dalam suka dan duka dalam bahtera kehidupannya sebagai seorang Jaksa dimana pun dirinya ditugaskan oleh negara untuk mengabdi.

Selanjutnya tahun 2014 Royal mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan Jaksa (PPJ) selama 6 bulan di Jakarta dan dinobatkan sebagai Jaksa fungsional.

Pria asal Sumatra Utara ini kemudian meniti karirnya selaku Ajun Jaksa yang  ditempatkan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Nabire pada tanggal 11 Agustus 2014.

Seiring berjalannya waktu pada tahun 2016 Royal Sitohang naik pangkat atau golongan dari IIIb ke IIIc. Dua tahun kemudian yaitu tahun 2018 dirinya lalu dipromosikan  sebagai Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) di Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni yang saat itu kantornya baru saja dibuka.

“Pada waktu itu Kejari Bintuni masih berkantor dengan menyewa sebuah Ruko di Kalikodok yang ada di wilayah Kelurahan Bintuni Timur dan gedung Kejaksaan Bintuni waktu itu masih dalam perencanaan untuk dibangun.

Sambil menunggu pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Bintuni yang baru saat itu kami sebagai Jaksa terus bekerja  menangani kasus-kasus hukum yang dilimpahkan dari pihak Polres Teluk Bintuni pada waktu itu,” terang Royal.

Sebelum mengakhiri perbincangan dengan media ini, Royal Sitohang mengatakan bahwa untuk bisa berhasil dalam hidup ini maka kurangi mengeluh serta perbanyak bersyukur.

“Karena apapun profesi yang kita lakoni jika selalu disyukuri maka pasti kita dapat menikmatinya,” sebut Jaksa yang akrab dengan wartawan atau Pers Bintuni selama ini.

Selama bertugas di Tanah Sisar Matiti atau Tanah Kali Kabur ini, kesan Royal Sitohang bahwa masyarakat Teluk Bintuni sangat bersahabat dan dapat bekerja sama.

Dia pun bangga bisa bertugas di Teluk Bintuni yang kini memiliki Gedung Kejaksaan Negeri yang megah.

“Pesan saya  jangan pernah ragu jika ada hal-hal yang dianggap atau diduga tidak wajar di lapangan maka datanglah melapor ke Kantor Kejaksaan.

Karena Kejaksaan Negeri ini hadir untuk membenarkan yang kurang benar,” tutup Jaksa yang telah mengabdi selama kurang lebih empat tahun di Kejari Teluk Bintuni. (02/01-IP)

 

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *