Hari Juang Polri, Kapolres Bintuni Minta Polisi Tak Jauh dari Rakyat

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

Hari Juang Polri di Bintuni, Pesan Kapolres tentang Integritas dan Kepercayaan Publik

BINTUNI, inspirasipapua.id — Di balik barisan polisi yang berdiri tegak di halaman Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Teluk Bintuni, Jumat, 21 Agustus 2026, tersimpan satu pesan penting: menjadi polisi bukan semata-mata tentang seragam, kewenangan, dan penegakan hukum, tetapi juga tentang pengabdian kepada masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 yang digelar Polres Teluk Bintuni sejak pukul 08.00 WIT.

Upacara berlangsung khidmat. Personel dari berbagai satuan dan fungsi berdiri dalam satu barisan. Ada perwira, personel Samapta, Pam Obvit, Polairud, lalu lintas, staf, hingga anggota Reskrim, Intelkam, dan Narkoba.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara. Perwira Upacara dipercayakan kepada Kabag SDM AKP Ikram Sjaban, sementara Komandan Upacara IPDA Firmansyah.

Namun, upacara tersebut bukan sekadar rangkaian seremonial.

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berubah, Hari Juang Polri menjadi ruang untuk kembali melihat akar sejarah kepolisian Indonesia. Momentum ini mengingatkan bahwa sejak masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, polisi telah menempatkan diri sebagai bagian dari perjuangan bangsa.

Dalam upacara itu, sejarah singkat Hari Juang Polri dibacakan. Salah satu momentum yang dikenang adalah Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945.

Naskah Proklamasi Polri juga dibacakan oleh Inspektur Upacara. Pesan utamanya menegaskan tekad polisi untuk bersatu dengan rakyat dalam mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 serta menyatakan Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia.

Bagi anggota Polri masa kini, sejarah tersebut bukan sekadar catatan masa lalu. Ia menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi sejak awal tidak dapat dipisahkan dari rakyat yang dilayaninya.

Setelah pembacaan naskah, upacara dilanjutkan dengan Andhika Bhayangkari, penghormatan pasukan, Hymne Polri, pembacaan doa, hingga laporan akhir Komandan Upacara.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar mengatakan Hari Juang Polri harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian setiap anggota.

«“Hari Juang Polri harus dijadikan momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menjaga integritas, serta meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” tegas Marully.»

Pernyataan itu sekaligus menempatkan masyarakat sebagai titik utama dari tugas kepolisian.

Sebab, profesionalisme polisi tidak hanya terlihat ketika menangani perkara pidana atau menjaga keamanan. Ia juga tercermin dalam cara anggota menerima laporan warga, merespons persoalan di lapangan, memberikan perlindungan, hingga memperlakukan setiap orang secara adil dan bermartabat.

Di Teluk Bintuni, tugas tersebut menjadi semakin penting karena polisi berhadapan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial, budaya, dan kondisi geografis yang beragam.

Karena itu, semangat Hari Juang Polri tidak cukup berhenti pada penghormatan terhadap sejarah. Nilai perjuangan itu perlu diterjemahkan ke dalam pelayanan sehari-hari—hadir ketika masyarakat membutuhkan, tegas ketika hukum harus ditegakkan, tetapi tetap humanis dalam menjalankan kewenangan.

Upacara kemudian ditutup setelah Inspektur Upacara meninggalkan lapangan dan Komandan Upacara membubarkan pasukan.

Barisan pun kembali beraktivitas seperti biasa.

Tetapi pesan Hari Juang Polri tetap tinggal: semakin besar kewenangan yang dimiliki seorang polisi, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *