Hari Geriatri Nasional, IDI Cabang Teluk Bintuni Adakan Webinar Hipertensi Dan Kesehatan Lansia

dr. Novita Panggau, Sp.PD.FINASIM dalam materinya dengan topik Hipertensi dan Kesehatan Lansia.IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 42

Hari Geriatri Nasional, IDI Cabang Teluk Bintuni Adakan Webinar Hipertensi Dan Kesehatan Lansia

BINTUNI, InspirasiPapua.id- IDI Cabang Teluk Bintuni tahun ini mengadakan Webinar ilmiah bertemakan Hipertensi dan Kesehatan Lanjut Usia (Lansia). Webinar ini diadakan untuk mengingatkan kapasitas dan pengetahuan pada dokter dalam bidang hipertensi dan kesehatan Lansia.

Hari Geriatri Nasional adalah perayaan yang diadakan setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan para lanjut usia (Lansia).

“Diperingati di Indonesia pada tanggal 25 Mei setiap tahunnya, Hari Geriatri Nasional merupakan momen penting untuk menghargai dan memberikan perhatian khusus kepada para Lansia, serta mempromosikan perlunya perawatan yang adekuat bagi mereka.

Geriatri adalah bidang kedokteran yang berfokus pada perawatan dan pengobatan kondisi kesehatan yang khas pada Lansia. Batasan umur untuk lansia adalah 60 tahun ke atas. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, dimana populasi lansia makin bertambah seperti yang kita alami saat ini, perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para lansia menjadi semakin penting.

Hari Geriatri Nasional memberikan kesempatan bagi individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan untuk meningkatkan pemahaman tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh para Lansia dan mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Selama Hari Geriatri Nasional, berbagai kegiatan dan acara dapat diadakan untuk memperingati dan menghormati para Lansia. Ini dapat meliputi seminar kesehatan, lokakarya, kampanye kesadaran, pemeriksaan kesehatan gratis, dan kegiatan sosial lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan Lansia dan memberikan dukungan kepada mereka,” ungkap dr. Novita Panggau, Sp.PD.FINASIM dalam materinya dengan topik Hipertensi dan Kesehatan Lansia kepada media ini, Senin (05/06/2023) di Bintuni.

Selain itu, kata dokter spesialis penyakit dalam RSUD Bintuni itu menjelaskan, Hari Geriatri Nasional juga merupakan kesempatan bagi pemerintah, organisasi, dan institusi terkait untuk meninjau kebijakan dan program-program yang ada yang berkaitan dengan kesehatan lansia. Evaluasi dan perbaikan terhadap layanan kesehatan, perawatan, dan perlindungan bagi lansia dapat dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi secara adekuat.

“Kita harus mengingat bahwa para Lansia adalah individu yang berharga dan telah memberikan kontribusi besar kepada masyarakat. Mereka layak mendapatkan perhatian, penghargaan, dan perawatan yang layak. Hari Geriatri Nasional memberikan platform bagi kita semua untuk menghormati, menghargai, dan merayakan kehidupan Lansia, serta mendorong masyarakat untuk menjadi lebih inklusif dan peduli terhadap mereka.

Kesehatan Lansia merupakan aspek yang sangat penting dalam masyarakat yang semakin menua seperti yang kita alami saat ini. Para lansia, yang umumnya dianggap sebagai kelompok rentan, membutuhkan perhatian khusus dalam upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka.

Berikut ini adalah beberapa poin penting yang perlu dipahami tentang kesehatan Lansia: Perawatan yang holistik: Kesehatan Lansia tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga melibatkan kesehatan mental, sosial, dan emosional. Perawatan yang holistik harus diterapkan dengan memperhatikan semua dimensi kesehatan tersebut. Ini termasuk menjaga kesehatan fisik melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan kunjungan ke dokter secara rutin. Selain itu, dukungan sosial dan aktivitas sosial yang teratur juga penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosional lansia.

Pencegahan penyakit: Lansia rentan terhadap berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, osteoporosis, dan gangguan neurologis. Penting untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, termasuk vaksinasi yang direkomendasikan, pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Pemeriksaan kesehatan rutin juga dianjurkan untuk mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan sejak dini.

Manajemen obat yang tepat: Lansia sering memiliki kebutuhan obat yang kompleks karena adanya beberapa kondisi kesehatan yang harus diobati secara bersamaan. Penting untuk mengelola obat dengan hati-hati, termasuk memahami dosis yang tepat, jadwal penggunaan, dan interaksi obat yang mungkin terjadi. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif.

Perhatian terhadap kesehatan mental: Masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan seringkali menjadi tantangan yang dihadapi oleh lansia. Penting untuk mengenali gejala-gejala tersebut dan mencari bantuan profesional jika diperlukan. Dukungan sosial, kegiatan sosial, dan menjaga koneksi dengan orang lain juga dapat membantu menjaga kesehatan mental lansia.

Keamanan di rumah: Lansia sering menghadapi risiko cedera atau kecelakaan di rumah. Penting untuk menciptakan lingkungan yang aman di rumah dengan menghilangkan hambatan fisik, menggunakan alat bantu yang tepat, dan memastikan pencahayaan yang cukup. Upaya ini akan membantu mengurangi risiko jatuh dan cedera yang mungkin terjadi.

Mendorong gaya hidup aktif: Aktivitas fisik teratur memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan lansia. Meskipun mungkin dengan intensitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok non lansia. Aktivitas fisik dapat mempertahankan kekuatan otot dan tulang serta membuat peredaran darah menjadi lebih lancar,” papar dr. Novita.

Novita Panggau juga berharap pada Hari Geriatri Nasional mari berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan lansia, mempromosikan perawatan yang ramah Lansia, dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mereka untuk tetap hidup dengan martabat dan kebahagiaan.

“Dengan melakukan ini, kita dapat mewujudkan masyarakat yang peduli dan inklusif, di mana setiap individu, tanpa memandang usia, dapat hidup dengan bermartabat dan kualitas hidup yang tinggi,” ujarnya.  (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *