Views: 107
IDI Teluk Bintuni Salurkan PMT untuk Balita Gizi Buruk dan Stunting di Distrik Bintuni
BINTUNI, PAPUA BARAT — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-65 pada 12 November 2025, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Teluk Bintuni melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita gizi buruk dan stunting di Distrik Bintuni. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian serius IDI terhadap masalah gizi yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.
Ketua IDI Cabang Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra Yahya, Sp.P, M.MRS, FAPSR, FISR, mengatakan bahwa intervensi ini dilakukan untuk membantu percepatan penurunan kasus gizi buruk dan stunting serta memperkuat edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini.
Data Gizi Buruk & Stunting Masih Mengkhawatirkan
Berdasarkan laporan Puskesmas Bintuni per Oktober 2025, tercatat:
9 balita mengalami gizi buruk, dan
43 balita mengalami stunting.
Angka ini mendorong IDI bersama Puskesmas Bintuni untuk bergerak cepat memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
PMT Disesuaikan dengan Usia Balita
Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 13 November 2025 di wilayah Kehutanan Lama dan Kompleks Belakang Pasar, distribusi PMT diberikan berdasarkan kategori usia balita.
Untuk usia 0–12 bulan:
* Susu SGM Gain 100
* Vitamin Sanbe Plex Drops
* Biskuit Milna Nature Puff Organik
* Buah apel merah dan jeruk manis
Untuk usia 1–5 tahun:
* Susu SGM Gain Grow
* Multivitamin Elkana Sirup
* Biskuit Promina Marie Susu
* Buah apel merah dan jeruk manis
Paket PMT tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan gizi harian anak di usia tumbuh kembang.
Turun Langsung ke Rumah Warga
Program ini melibatkan sejumlah tenaga medis, antara lain dr. Ade Wattimena, petugas gizi Puskesmas Bintuni, serta dr. Eunike Jaequeline, Sp.A selaku perwakilan IDI Teluk Bintuni. Mereka turun langsung ke rumah-rumah penerima PMT.
Selain menyerahkan paket bantuan, para dokter juga:
berdiskusi dengan para orang tua tentang pola makan dan perawatan balita, memeriksa beberapa anak stunting, serta memberikan edukasi terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang balita.
Interaksi langsung di rumah warga menjadi pendekatan humanis untuk memastikan pesan kesehatan tersampaikan dengan baik.
Komitmen IDI Bintuni dalam Penanganan Gizi
IDI Cabang Teluk Bintuni menegaskan bahwa program PMT ini tidak hanya dilakukan sekali. Mereka akan bekerja sama dengan Puskesmas Bintuni untuk memberikan bantuan secara bertahap hingga seluruh balita gizi buruk dan stunting di Distrik Bintuni menerima intervensi.
“Program ini merupakan aksi nyata IDI Teluk Bintuni dalam upaya menurunkan angka gizi buruk dan stunting. Kolaborasi bersama pemerintah dan fasilitas kesehatan akan terus diperkuat demi masa depan anak-anak Bintuni yang lebih sehat,” demikian pernyataan resmi IDI. (MA/Inspirasi Papua)













