Views: 22
Polres Teluk Bintuni Gelar Sholat Ghoib untuk Almarhum Affan Kurniawan dan Keselamatan Bangsa
BINTUNI — Suasana haru menyelimuti Masjid Baiturrahman Polres Teluk Bintuni, Sabtu (30/8/2025). Usai menunaikan Sholat Dhuhur berjamaah, jajaran Polres Teluk Bintuni menggelar Sholat Ghoib dan doa bersama. Doa itu dipersembahkan khusus untuk almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia dalam peristiwa demo di Jakarta, sekaligus untuk keselamatan bangsa dan negara.
Sholat Ghoib dipimpin oleh Ustadz Abdul Azis yang bertindak sebagai imam sekaligus memimpin doa. Dalam suasana khidmat, para jamaah menundukkan kepala, melafalkan doa-doa dengan penuh penghayatan. Sebagian anggota tampak tak kuasa menahan haru, seakan turut merasakan duka yang dialami keluarga almarhum.
Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hari Sutanto, S.I.K., menegaskan kegiatan ini adalah bentuk empati Polri terhadap masyarakat.
“Selain mendoakan almarhum, kami bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan, serta petugas keamanan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Kapolres dengan nada penuh keprihatinan.
Sosok Affan Kurniawan: Pemuda Pekerja Keras
Di balik doa yang terpanjat, tersimpan kisah hidup seorang anak bangsa bernama Affan Kurniawan. Lahir di Bandar Lampung pada 18 Juli 2004, Affan besar di lingkungan sederhana bersama orang tuanya, Zulkifli dan Herlina. Keluarganya dikenal berasal dari garis keturunan Bima (NTB) dan Lampung, namun sejak beberapa tahun terakhir menetap di Jakarta.
Affan bukanlah sosok yang asing bagi banyak orang di lingkungannya. Sejak lulus sekolah, ia dikenal sebagai pemuda pekerja keras. Pernah bekerja sebagai satpam, namun kemudian beralih menjadi pengemudi ojek online agar bisa lebih fleksibel menafkahi keluarga. Di usianya yang masih muda, Affan sudah menjadi tulang punggung bagi orang tua dan adik-adiknya.
Namun takdir berkata lain. Malam Kamis, 28 Agustus 2025, ketika sedang mengantar pesanan makanan di sekitar Bendungan Hilir, ia terjebak dalam kerusuhan saat aksi unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR, Jakarta. Dalam situasi kacau itu, motor Affan tergelincir dan naas, dirinya mengalami musibah dan ia sempat dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, namun nyawanya tak tertolong.
Kabar wafatnya Affan mengguncang publik. Ucapan duka dan solidaritas mengalir deras. Rekan-rekan ojol, masyarakat umum, hingga pejabat negara menyampaikan bela sungkawa. Perusahaan transportasi online tempat Affan bernaung pun memberi santunan bagi keluarga.
Doa sebagai Jembatan Empati
Bagi Polres Teluk Bintuni, doa bersama ini bukan sekadar ritual ibadah, melainkan jembatan empati antara aparat dan rakyat. Dengan mengingat Affan, mereka seakan ingin menegaskan bahwa setiap nyawa adalah berharga, dan duka seorang anak bangsa adalah duka bersama.
Di sela lantunan doa, wajah-wajah khusyuk para anggota Polres menyiratkan kepedulian mendalam. Ada yang menunduk lama, ada pula yang mengusap air mata. Doa yang dipanjatkan untuk Affan juga diluaskan untuk keselamatan bangsa, kedamaian negeri, dan perlindungan bagi para petugas yang tengah bertugas menjaga keamanan.
“Semoga doa kita semua diijabah Allah SWT dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, dan seluruh bangsa Indonesia,” tutup Kapolres.
Penutup
Tragedi yang merenggut nyawa Affan Kurniawan menjadi pengingat bahwa di balik setiap peristiwa besar, ada manusia biasa yang menjadi korban. Dari seorang anak muda yang mencari nafkah lewat setir motor, kini namanya terpatri sebagai bagian dari kisah duka bangsa.
Dan di Bintuni, jauh dari Jakarta, doa yang dipanjatkan di Masjid Baiturrahman menjadi bukti: rasa kemanusiaan dan solidaritas tak mengenal batas jarak. Semua larut dalam satu harapan—semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan bangsa ini senantiasa dijaga oleh-Nya. (Tim Redaksi Kadate/Inspirasi Papua)

