Tangis di Hutan Meyom Merdey: Kanisius Ditemukan Telah Tiada

Alm. Kanisius Ogoney ditemukan di Hutan, Dipulangkan dengan Cinta. Tim gabungan mengevakuasi jenazah Kanisius Ogoney dari hutan Meyom. Tangis dan haru menyelimuti langkah mereka. Inzet : seorang personil Polsek Merdey tunjukkan lokasi Alm. Kanisius ditemukan.(ist/Kadate/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 723

“Tangis di Hutan Meyom Merdey: Kanisius Ditemukan Telah Tiada”

Pencarian Hari Kedua Akhiri Harap, Awali Duka Mendalam di Kampung Meyom

BINTUNI, MERDEY – Sabtu 26 Juli 2025 pagi yang tenang di Kampung Meyom berubah menjadi hari yang penuh ketegangan dan harap. Di tengah rimbunnya hutan, tim pencari kembali menyusuri jejak seorang pemuda yang sejak dua hari sebelumnya belum kembali ke rumah.

Kanisius Ogoney (23), pemuda asal Kampung Meyom, Distrik Merdey Kabupaten Teluk Bintuni, dilaporkan hilang sejak Kamis, 24 Juli 2025. Ia pamit kepada keluarga untuk mencari umpan mancing — aktivitas yang biasa ia lakukan — tapi hingga malam tak kunjung kembali.

Kabar hilangnya Kanisius segera menyebar. Hari Jumat, pencarian pertama dilakukan. Istrinya, Delalia Imen dan keluarga, ikut turun ke hutan bersama para pemuda kampung, personel Polsek Merdey, dan warga. Namun, hingga senja turun, hasilnya nihil. Harap belum berubah jadi duka, meski kecemasan makin terasa.

Sabtu, 26 Juli 2025, pencarian kembali dilanjutkan dengan lebih terkoordinasi. Tim gabungan dari TNI/Polri, tenaga medis, dan masyarakat dibagi menjadi dua kelompok besar. Satu menyusuri jalan poros Meyom-Mowitka, yang lain ke arah Meyom-Meyoij.

Waktu terus bergulir hingga pukul 11.30 WIT. Di tengah sunyi hutan, tim yang dipimpin Kepala Kampung Mowitka, Derianus Asmorom, mendapati pemandangan yang menghentak dada. Sesosok tubuh tergolek tak bernyawa — tertindih batang kayu besar.

“Kayu itu tampaknya ditebang sendiri oleh almarhum saat mencari umpan. Tapi naas, mungkin terjatuh dan menimpa tubuhnya,” kata Kapolsek Merdey, Ipda Herman Samberi, mewakili Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K, dalam keterangan resmi Sabtu malam.

Kepala Kampung Derianus langsung mengabari tim lain dan petugas medis. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan penuh haru. Jasad Kanisius dibawa pulang ke kampung — ke rumah yang dua hari terakhir dipenuhi doa dan air mata.

Kini, Kanisius telah kembali ke pelukan keluarganya, meski dalam keheningan abadi. Di rumah duka, isak tangis mengiringi kepergian seorang suami, anak kampung, sekaligus harapan masa depan yang kini tinggal kenangan.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Kampung Meyom, menunggu waktu pemakaman.

Hutan telah mengembalikan Kanisius. Bukan sebagai pemuda yang pulang membawa umpan, tapi sebagai anak negeri yang berpulang dengan tenang. Di balik duka, ada pelukan semesta — dan ingatan yang takkan pudar di hati orang-orang yang mencintainya. (MA/Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *