Views: 138
Dari Kampung Taroy ke Dunia Migas Internasional: Kisah Inspiratif Sholeh Nabi
BINTUNI – Dari sebuah kampung sederhana bernama Taroy, Suku Sebyar – salah satu dari Tujuh Suku di Teluk Bintuni – lahirlah seorang anak muda yang kini sukses menapaki dunia migas internasional. Namanya Sholeh Nabi, alumni Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) jurusan Electrical angkatan ke-7 tahun 2021.
Sholeh masih ingat betul ketika pertama kali menapakkan kaki di P2TIM. Ia merasakan semangat yang berbeda: belajar keterampilan teknik, mengenal disiplin kerja, hingga membentuk karakter profesional. Semua itu bukan sekadar teori di ruang kelas, tapi menjadi bekal nyata yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia kerja.
“Di P2TIM saya belajar aturan, disiplin, dan karakter. Itu ternyata penting sekali, bukan hanya untuk lulus pelatihan, tapi juga untuk hidup di dunia kerja yang sebenarnya,” kenangnya.
Perjalanan Sholeh tidak mulus. Usai lulus, ia gigih melamar ke berbagai perusahaan, menyiapkan berkas, mengikuti seleksi, hingga akhirnya kesempatan emas datang: bergabung dengan BP LNG Tangguh melalui program Job Training Acceleration Programme (JTAP) di bagian production.
Sebuah prinsip sederhana selalu menjadi pegangan hidupnya:
“Masa orang luar bisa kerja di tanah kita, baru saya tidak bisa? Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak bisa?”
Prinsip itu menjadi bahan bakar semangatnya, ditambah niat tulus untuk membanggakan keluarga dan memperbaiki kondisi ekonomi. Kini, Sholeh bukan hanya meraih mimpinya, tapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Tujuh Suku di Teluk Bintuni.
Ia menitipkan pesan untuk adik, kakak, dan saudara-saudaranya:
“Daripada bingung, tidak jelas arah, atau menganggur, lebih baik ikut P2TIM. Di sana kita bisa belajar banyak hal, membuka pikiran, membentuk disiplin, dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena pada akhirnya, tidak ada yang bisa mengubah hidup kita kecuali diri kita sendiri.
Kisah Sholeh Nabi adalah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari kampung kecil. Dengan tekad, disiplin, dan kesempatan yang tepat, anak-anak muda Papua mampu mengangkat derajat keluarga sekaligus membanggakan daerah tercinta di panggung industri internasional. (Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua)

