Konfercab PDIP Bintuni Teguhkan Harmoni Politik

Para pimpinan parpol dan Bupati Teluk Bintuni menghadiri pembukaan Konfercab PDIP, menandai menguatnya harmoni politik di Bintuni. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 133

Konfercab DPC PDI Perjuangan Teluk Bintuni Jadi Momentum Harmoni Politik Pasca Pilkada

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Suasana politik Teluk Bintuni tampak semakin sejuk dan harmonis pasca Pilkada 2024. Hal itu terlihat dalam Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (25/11/2025), yang menjadi ajang pemilihan Ketua dan Pengurus baru DPC PDI P Teluk Bintuni periode 2025–2030.

Konfercab bukan sekadar agenda internal partai, tetapi berubah menjadi titik temu antar parpol yang menunjukkan semangat kebersamaan membangun Bintuni. Para ketua partai pemilik kursi DPRK Teluk Bintuni hadir lengkap, mulai dari Ketua DPD Partai Golkar Yohanis Manibuy, Ketua DPC PPP Joko Lingara, Ketua DPC Gerindra Ali Ibrahim Bauw, Ketua DPC Perindo Rahman Pagama, Ketua DPC NasDem Romilus Tatuta, Ketua DPC PAN Malton Paramma, hingga Ketua DPC PDI Perjuangan Teluk Bintuni Dantopan Sarungallo.

Mereka satu suara: Teluk Bintuni harus lebih harmonis, serasi, bermartabat, maju, dan berdaya saing di Papua Barat.

Membuka Konfercab, Bupati Teluk Bintuni sekaligus Pembina Politik Daerah Yohanis Manibuy (Anisto) menegaskan pentingnya keberadaan partai politik dalam demokrasi modern.

“Partai politik adalah jembatan antara negara dan masyarakat. Melalui partai, aspirasi publik terorganisasi, kaderisasi kepemimpinan berjalan, dan dialog kebijakan publik dapat tumbuh dengan sehat,” ujarnya.

Bupati Anisto menekankan bahwa mekanisme internal yang sehat — seperti Konfercab — bukan hanya rutinitas, tetapi instrumen penting untuk melahirkan pemimpin yang berintegritas dan menjaga kualitas demokrasi.

Ia juga memberi apresiasi atas kontribusi DPC PDI Perjuangan yang konsisten menjalankan agenda organisasi secara terbuka dan akuntabel.

Konfercab Disebut Momentum Strategis Penguatan Demokrasi Daerah

Dalam pidatonya, Bupati Anisto menyebut Konfercab sebagai momentum strategis bagi penguatan kelembagaan politik di tingkat daerah.

Agenda seperti penyampaian laporan pertanggungjawaban, konsolidasi organisasi, hingga penetapan kepengurusan baru, menurutnya, harus menjadi sarana evaluasi yang jujur.

“Saya berharap Konfercab ini menggali pemikiran kritis, menilai perjalanan organisasi secara objektif, dan merumuskan langkah-langkah yang lebih adaptif menghadapi dinamika daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa regenerasi kepemimpinan yang solid diperlukan untuk menjaga kesinambungan organisasi dan memperkuat hubungan konstruktif antara partai, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Dengan hubungan harmonis antara partai politik dan pemerintah daerah, kita bisa membangun iklim stabil dan produktif menuju Teluk Bintuni SERASI,” tutup Bupati.

Prosesi Khidmat Warnai Pembukaan Konfercab

Pembukaan Konfercab berlangsung khidmat dan penuh makna:

Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat Markus Waran bersama jajaran fungsionaris memasuki ruangan bersama Pembina Politik Yohanis Manibuy.

Prosesi Barisan Panji PDI Perjuangan membawa pataka partai dan bendera Merah Putih.

Menyanyikan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan pembacaan Pancasila oleh Valentino Roland Kasihiw.

Ketua Fraksi Demokrasi Gerakan Nasional DPRK Teluk Bintuni Ma’dika membacakan Dedication of Life PDI Perjuangan.

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan Himne PDI Perjuangan.

Konfercab kali ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Sekretaris DPD PDI Perjuangan Papua Barat Saul, Bendahara DPD Robert Manibuy, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD, fungsionaris DPC PDI Perjuangan periode 2019–2024, serta unsur pimpinan DPRK Teluk Bintuni:
Ketua Romilus Tatuta, Wakil Ketua I Sugandi, Wakil Ketua II Yasman Yasir, anggota Fraksi Otsus Kornelis Waney dan Maikel Igomu, hingga anggota DPRP Papua Barat Erwin Beddu Nawawi dari partai Golkar dan Saleh Seknun dari Partai PDI Perjuangan.

Spirit Baru Politik Bintuni

Kehadiran lengkap para pimpinan partai dan pejabat daerah dalam Konfercab PDI Perjuangan 2025 ini mengirim pesan kuat: politik Bintuni bergerak menuju rekonsiliasi, kolaborasi, dan harmoni.

Di tengah dinamika pasca Pilkada, momentum ini memperlihatkan bahwa Teluk Bintuni sedang membangun tradisi baru—politik yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menyatukan.

(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *