Pra Mubes LMA Irarutu Satukan Semangat Jaga Adat dan Hak Ulayat di Teluk Bintuni

Pra Mubes LMA Irarutu menjadi momentum menyatukan suara masyarakat adat demi menjaga adat, budaya, dan hak-hak masyarakat Irarutu di tengah arus pembangunan. (ist/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 19

Pra Mubes LMA Irarutu Jadi Momentum Perkuat Adat dan Persatuan Masyarakat Adat di Teluk Bintuni

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Semangat menjaga adat, budaya, dan hak ulayat menyatukan masyarakat Suku Besar Irarutu dalam pelaksanaan Pra Musyawarah Besar (Pra Mubes) Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Irarutu di Gedung Misi KM 2 Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (09/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri empat kepala distrik di wilayah adat Irarutu, di antaranya Kepala Distrik Aroba Paulus P.B. Kahol, S.IP, Ketua Panitia Pius Furima, Sekretaris LMA Simon Kambia, mantan Ketua LMA Anton Anofa, serta para tokoh adat dan masyarakat Irarutu.

Plt Kepala Suku Besar Irarutu, Kahar Refideso, mengatakan Pra Mubes menjadi langkah penting untuk menyatukan pikiran dan memperkuat kembali persaudaraan masyarakat adat Irarutu di tengah tantangan perkembangan zaman.

“Kami berkumpul dalam semangat persaudaraan untuk menjaga marwah adat, hak ulayat, budaya, dan masa depan generasi Irarutu,” ujar Kahar kepada wartawan, Selasa (12/05/2026).

Menurutnya, Pra Mubes bukan sekadar agenda pertemuan adat, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperkuat posisi masyarakat adat dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan adat merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Keberadaan masyarakat hukum adat, kata dia, juga telah dijamin negara melalui Pasal 18B Ayat 2 UUD 1945 yang mengakui serta menghormati hak-hak tradisional masyarakat adat.

Melalui forum tersebut, masyarakat Irarutu berkomitmen memperkuat kelembagaan adat, menyiapkan pelaksanaan Mubes secara demokratis dan bermartabat, melakukan pendataan hak ulayat dan wilayah adat, hingga memperjuangkan hak masyarakat adat dalam pembangunan maupun investasi di wilayah Irarutu.

“Kita harus sadar tantangan masyarakat adat hari ini semakin besar. Adat, budaya, bahasa, dan generasi muda harus dijaga bersama. Kalau adat lemah, maka suara masyarakat adat juga akan lemah,” katanya.

Suasana Pra Mubes berlangsung penuh nuansa kekeluargaan dan musyawarah. Para tokoh adat berharap forum tersebut menjadi awal yang baik untuk membangun persatuan masyarakat Irarutu dengan mengedepankan nilai saling menghormati dan kepentingan bersama.

Kahar juga mengajak pemerintah daerah maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah adat Irarutu agar terus menghormati keberadaan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat sekaligus mitra pembangunan.

“Kami masyarakat adat Suku Besar Irarutu akan selalu mendukung Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara dalam membangun daerah,” tambahnya.

Ia menuturkan Musyawarah Besar Suku Irarutu direncanakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Hasil Pra Mubes juga telah membentuk kepengurusan yang nantinya menjalankan program-program LMA untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat secara menyeluruh
***(MA/Inspirasi Papua)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *