Views: 110
Bupati Yohanis Manibuy Luncurkan Koperasi Merah Putih: Jawaban Nyata untuk Ekonomi Rakyat Teluk Bintuni
BINTUNI, KADATE/Inspirasi Papua – Dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong kemandirian pangan lokal, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi meluncurkan Koperasi Merah Putih di dua titik strategis: Kampung Sidomakmur RKI, Distrik Aroba, dan Kampung Banjar Asoy SP-4, Distrik Manimeri, Senin (21/07/2025).
Langkah ini bukan sekadar seremoni peluncuran, melainkan komitmen nyata untuk memberdayakan masyarakat kampung melalui model ekonomi kolektif berbasis gotong royong.
Koperasi: Motor Baru Perekonomian Rakyat
Bupati Yohanis Manibuy, yang akrab disapa Anisto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya koperasi sebagai tulang punggung penguatan ekonomi daerah. Ia menyebut bahwa hingga kini, sekitar 50 persen dari koperasi Merah Putih di Teluk Bintuni telah mengantongi badan hukum dan dalam proses mendapatkan Nomor AHU (Administrasi Hukum Umum) dari Kementerian Hukum dan HAM.
“Ini adalah langkah besar untuk daerah kita. Saya ingin melihat koperasi ini tumbuh di semua distrik, bukan hanya di pusat-pusat ekonomi. Koperasi Merah Putih harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari kampung,” ujar Bupati dengan penuh semangat.
Menurutnya, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tapi juga wadah strategis untuk mewujudkan visi pembangunan daerah yang “SERASI” — Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif.
“Kalau kita ingin pemuda punya pekerjaan, petani sejahtera, dan nelayan bisa hidup layak, maka koperasi adalah jalannya. Ini bukan hanya alat bisnis, tapi instrumen perjuangan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Mendorong Kedaulatan Pangan dan Lapangan Kerja
Bupati Anisto juga menyampaikan bahwa potensi besar Teluk Bintuni di sektor pertanian, perikanan pesisir, dan peternakan akan jauh lebih optimal jika dikelola secara kolektif dan profesional melalui koperasi.
“Kalau kita bekerja sendiri-sendiri, hasilnya kecil. Tapi kalau kita bersatu dalam koperasi, hasilnya bisa mengubah hidup banyak orang. Koperasi juga bisa menjamin suplai pangan yang mandiri dan berkelanjutan, tanpa tergantung dari luar,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa koperasi harus menjadi ruang partisipasi generasi muda. Tidak hanya untuk belajar bisnis, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan pentingnya solidaritas ekonomi sebagai fondasi kesejahteraan bersama.
Teluk Bintuni Jadi yang Terdepan di Papua Barat
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa, membeberkan capaian menggembirakan. Menurutnya, Kabupaten Teluk Bintuni saat ini menempati posisi nomor satu dalam implementasi Program Koperasi Merah Putih se-Papua Barat.
“Dari 115 kampung dan 2 kelurahan, seluruhnya sudah melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes). Sebanyak 94 kampung telah memiliki akta notaris, dan 58 koperasi sudah terdaftar resmi melalui AHU,” jelas Ongen.
Ia menegaskan bahwa koperasi ini didesain bukan hanya untuk administratif, tetapi benar-benar menjadi alat pemberdayaan masyarakat dari bawah. Fokusnya mencakup pemutusan rantai tengkulak, penguatan usaha mandiri, dan penciptaan lapangan kerja lokal.
Dua koperasi yang dijadikan proyek percontohan saat ini adalah:
Koperasi Merah Putih Banjar Asoi, SP 4, Distrik Manimeri
Koperasi Merah Putih Sidomakmur RKI, Distrik Aroba
“Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaat koperasi. Bukan hanya nama di papan nama, tapi usaha nyata yang menghidupi banyak orang,” tegas Ongen.
Simbol Merah Putih, Semangat Mandiri
Acara peluncuran yang berlangsung hangat dan penuh makna itu turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah, termasuk Ketua DPRK Romilus Tatuta, Dandim 1806 Letkol Inf Teguh Eko Efendi, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Susanto, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam suasana yang kental dengan semangat kebangsaan, bendera Merah Putih tidak hanya dikibarkan sebagai simbol negara, tetapi juga menjadi lambang semangat mandiri dan gotong royong. Koperasi Merah Putih menjadi harapan baru — tempat di mana rakyat bisa menggantungkan cita-cita ekonominya secara bersama-sama.
“Kalau rakyat kuat, daerah akan maju. Dan kekuatan rakyat itu dimulai dari koperasi,” tutup Bupati Manibuy, sambil mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan koperasi ini secara konsisten dan berkelanjutan. ***













