Views: 37
Semangat Kebersamaan Warnai MTQ XI Bintuni, Harapan Lahirkan Generasi Qur’ani Berakhlak Mulia
BINTUNI, PAPUA BARAT – Pagi yang cerah di Teluk Bintuni, Sabtu (04/04/2026), menjadi awal yang penuh makna bagi pelaksanaan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI tingkat Kabupaten Teluk Bintuni.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIT ini mengambil titik start di Masjid Agung Akbar Al Muttaqin Kampung Lama dan berakhir di Lapangan Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni.
Ratusan peserta dari berbagai kafilah berjalan bersama dengan penuh antusias, menyusuri rute pawai yang dipenuhi semangat kebersamaan.
Mereka tidak hanya membawa atribut dan yel-yel, tetapi juga harapan besar untuk masa depan generasi yang lebih baik.
Di balik kemeriahan itu, MTQ ke-XI bukan sekadar ajang seremonial atau perlombaan tilawah. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan yang melahirkan generasi Qur’ani—generasi yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat kebersamaan yang terlihat sepanjang pawai menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan harapan tersebut.
Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak menyatu dalam suasana religius yang hangat, saling menyapa dan berjalan berdampingan tanpa sekat.
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Ia menilai, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas akhlak warganya.
Harapan besar pun kini tertuju pada generasi muda—mereka yang hari ini turut ambil bagian dalam pawai ta’aruf. Melalui MTQ, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ ke-XI menjadi simbol komitmen bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat Teluk Bintuni.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang menjadi cahaya bagi masa depan daerah.
(MA/Inspirasi Papua)













