Views: 36
Bersama Gubernur, Karantina Papua Selatan Tinjau PSN Tebu di Merauke
MERAUKE – Kawasan perkebunan tebu di Sermayam, Kampung Ngguti Bob, Distrik Tanah Miring, menjadi perhatian serius pemerintah. Pada Jumat (12/9/2025), Kepala Karantina Papua Selatan, Ferdi, mendampingi Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Mereka melihat kondisi pertumbuhan tebu sekaligus sarana dan prasarana pendukung yang digunakan dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) tebu di Merauke.
Potensi Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Ferdi menegaskan bahwa pengembangan tebu di Merauke bukan hanya soal pertanian, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami berharap proyek ini bisa menjadi contoh keberhasilan pembangunan di Papua Selatan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, potensi Merauke sangat strategis mengingat luasnya lahan dan dukungan pemerintah daerah. Dengan pengelolaan yang baik, tebu dari Papua Selatan bisa menjadi salah satu penopang industri gula nasional.
Peran Krusial Karantina
Ferdi menjelaskan, Karantina memiliki peran vital dalam memastikan keamanan hayati sejak awal. Setiap bibit tebu yang masuk ke Papua Selatan wajib melalui proses Pengasingan dan Pengamatan (PP) secara ketat.
“Kami pastikan bibit yang digunakan terbebas dari hama dan penyakit, dikuatkan dengan uji laboratorium berstandar. Dengan begitu, pengembangan tebu bisa berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Karantina akan terus meningkatkan kapasitas pengawasan dan pemeriksaan. Tujuannya agar bibit tebu yang ditanam benar-benar sehat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Optimisme Bersama
Ferdi menutup kunjungan dengan optimisme tinggi. Menurutnya, keberhasilan PSN tebu di Merauke akan menjadi bukti bahwa Papua Selatan mampu memberi kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Karantina adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati. Dengan pengawasan ketat, kami yakin pengembangan ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi Papua Selatan,” pungkasnya.
(Laporan Redaksi Kadate/Inspirasi Papua)











