Views: 0
PDI Perjuangan Teluk Bintuni Perkuat Akar Rumput, Targetkan Fraksi Utuh di DPRK
BINTUNI, PAPUA BARAT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Teluk Bintuni menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sebagai langkah memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Teluk Bintuni, SP 1, Distrik Manimeri, Sabtu (2/5/2026), dibuka langsung oleh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Papua Barat, Robert Manibuy.
Dalam arahannya, Robert menyoroti kondisi PDI Perjuangan di DPRK Teluk Bintuni yang hingga kini belum memiliki jumlah kursi yang cukup untuk membentuk satu fraksi utuh.
Saat ini, partai masih bergabung dalam fraksi gabungan karena belum mencapai ambang minimal 20 persen kursi.
“Dengan kondisi ini, kita belum memiliki satu fraksi utuh. Akibatnya, dalam pengambilan keputusan politik sering kali tidak bulat karena harus menyesuaikan dengan partai lain dalam fraksi gabungan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh kader untuk bekerja lebih keras membangun kekuatan politik dari bawah. Ia menegaskan, perjuangan politik tidak akan maksimal tanpa dukungan kuat dari masyarakat di tingkat kampung, distrik, hingga ranting dan anak ranting.
“Perjuangan politik tidak akan maksimal tanpa kekuatan akar rumput. Kita harus membangun konsolidasi hingga ke tingkat paling bawah agar mampu bersaing dengan kekuatan politik lain,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum DPD PDI Perjuangan Papua Barat, Saul Benny Supit, menekankan pentingnya menjaring figur-figur potensial dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga generasi muda yang dinilai mampu membawa aspirasi rakyat.
Menurutnya, PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik harus terus hadir bersama masyarakat dan membuka ruang bagi kader-kader terbaik untuk tampil sebagai wakil rakyat.
“Kita harus melihat tokoh-tokoh potensial, baik dari tokoh agama, masyarakat, pemuda, maupun generasi muda yang mampu membawa aspirasi rakyat. PDI Perjuangan adalah partai wong cilik, sehingga harus selalu bersama rakyat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses kaderisasi dan rekrutmen calon legislatif harus dilakukan secara selektif, transparan, dan tetap berpegang pada ideologi partai yang diwariskan Bung Karno.
Di sisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Teluk Bintuni, Madika, menyebut Musancab menjadi momentum penting untuk memperkuat militansi kader sekaligus menyiapkan strategi menghadapi pemilu mendatang.
Ia menegaskan, fokus utama partai ke depan adalah memperkuat struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting, bahkan sampai ke kampung dan RT/RW.
“Fokus kami ke depan adalah memperkuat struktur partai di tingkat ranting dan anak ranting.
Setelah pembentukan pengurus distrik, kami akan turun hingga ke kampung dan RT/RW untuk membangun kekuatan partai dari bawah,” jelasnya.
Madika juga mengungkapkan target politik partai, yakni meraih minimal empat kursi agar PDI Perjuangan dapat membentuk satu fraksi penuh di DPRK Teluk Bintuni.
“Kami menargetkan minimal empat kursi agar bisa membentuk satu fraksi penuh. Ini menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk bekerja lebih maksimal,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, dan meraih simpati rakyat melalui kerja nyata serta semangat gotong royong.
“Partai ini milik rakyat. Karena itu, kita harus selalu hadir di tengah masyarakat agar PDI Perjuangan semakin dicintai dan menjadi pilihan pada pemilu mendatang,” tutupnya.
***(MA/Inspirasi Papua)***













