Nama Putranya Leonel, Bukti Kecintaan Adrian Kairupan kepada Messi dan La Albiceleste

Dari El Clasico 2007 hingga Piala Dunia 2026, kecintaan Adrian Kairupan kepada La Albiceleste tak pernah berubah. Terinspirasi oleh sosok Lionel Messi, ia bahkan mengabadikan nama sang legenda untuk putranya. Bagi Ian, mendukung Argentina adalah tentang kesetiaan, kenangan, dan mimpi yang terus hidup bersama sang kapten. (inzet: Ian dan keluarga/Timnas Argentina saat juara dunia tahun 2022/Foto:istimewa)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

Dari Teluk Bintuni untuk La Albiceleste: Kecintaan Adrian Kairupan pada Argentina Hingga Abadikan Nama Lionel Messi untuk Sang Putra

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Di tengah gegap gempita Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, jutaan pasang mata di seluruh dunia tertuju pada ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Di Kabupaten Teluk Bintuni, semangat yang sama juga dirasakan Adrian A.E. Kairupan. Wartawan Garda Papua yang kini menjabat Ketua PWI Teluk Bintuni periode 2026–2029 itu dikenal sebagai salah satu pendukung setia Tim Nasional Argentina, tim berjuluk La Albiceleste yang berarti “Putih dan Biru Langit”.

Kecintaannya kepada Argentina bukanlah sesuatu yang muncul sesaat. Ian, sapaan akrabnya, telah mengikuti perjalanan tim Tango sejak masih duduk di bangku SMA saat dirinya tinggal di kawasan Belakang Yohan, Kompleks Kamnas, Kota Sorong.

Kala itu, suasana Piala Dunia selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Di lingkungan tempat tinggalnya, mayoritas anak muda lebih banyak mendukung Brasil.

Nama-nama besar seperti Ronaldo, Ronaldinho, hingga Kaká begitu melekat di hati para pencinta sepak bola saat itu.

“Di kompleks kami kebanyakan pendukung Brasil. Apalagi banyak yang mengidolakan pemain-pemain hebat seperti Kaká, Ronaldo, dan Ronaldinho. Kami juga sering menyaksikan permainan Putra Yohan karena ada Kakak Boaz Solossa yang menjadi kebanggaan Papua,” kenangnya.

Namun di tengah dominasi penggemar Brasil, Ian justru menjatuhkan pilihannya kepada Argentina.

Perjalanan cintanya kepada La Albiceleste bermula pada tahun 2007 saat ia mulai mengenal sosok Lionel Messi.

Penampilan luar biasa Messi bersama Barcelona kala mencetak hattrick ke gawang Real Madrid dalam laga El Clasico yang berakhir imbang 3-3 menjadi momen yang tak pernah ia lupakan.

“Saya mulai suka Argentina karena Lionel Messi. Waktu itu saya melihat dia mencetak hattrick melawan Real Madrid di El Clasico. Sejak saat itu saya mengikuti perjalanan Messi dan Argentina sampai sekarang,” ujarnya.

Meski mengagumi Messi, Ian mengaku bukan penggemar Barcelona. Untuk level klub, ia lebih menyukai Inter Milan yang berlaga di Serie A Italia.

Kecintaan kepada Messi bahkan begitu dalam hingga ia mengabadikan nama sang legenda untuk putra tercintanya.

“Salah satu anak laki-laki saya beri nama depan Leonel, terinspirasi dari Lionel Messi. Anak saya lahir di Teluk Bintuni tahun 2013, beda sehari dengan Hari jadi Teluk Bintuni,” tuturnya dengan bangga.

Bagi Ian, Messi bukan sekadar pemain sepak bola. Pemilik nomor punggung 10 itu merupakan sosok inspiratif yang telah menemani perjalanan hidupnya sebagai penggemar sepak bola selama bertahun-tahun.

Menjelang babak-babak penting Piala Dunia 2026, Ian mengajak seluruh pendukung Argentina di Bintuni untuk tetap menjadi suporter yang santun dan dewasa.

Ia mengingatkan agar euforia mendukung tim kesayangan tidak diwujudkan dengan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Saya berpesan kepada seluruh fans Argentina agar tetap santun, setia mendukung tim kebanggaan, taat berlalu lintas, dan tidak melakukan konvoi sembarangan tanpa mengikuti aturan yang berlaku,” pesannya.

Optimisme Ian terhadap peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia juga masih sangat tinggi.

Menurutnya, meskipun Lionel Messi kini telah berusia 39 tahun (Rabu 24 Juni) pengaruh sang kapten tetap sangat besar bagi permainan tim.

Ia menilai kekuatan utama Argentina bukan hanya terletak pada kualitas individu para pemain, tetapi juga pada kekompakan dan mental juara yang telah terbentuk sejak menjadi kampiun dunia pada 2022.

“Argentina punya mentalitas yang kuat. Mereka bermain sebagai tim, saling menjaga satu sama lain di lapangan. Messi masih menjadi motor permainan, dan Lionel Scaloni mampu menyatukan seluruh pemain dengan sangat baik,” katanya.

Menurut Ian, pengalaman para pemain Argentina yang berkarier di berbagai klub elite Eropa menjadi modal penting dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di Piala Dunia.

“Saya melihat Scaloni sangat peka membaca situasi pertandingan. Dia tahu bagaimana memaksimalkan potensi pemain-pemain terbaiknya, termasuk Messi. Itu yang membuat Argentina tetap berbahaya,” tambahnya.

Argentina sendiri datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan setelah sebelumnya mengangkat trofi pada edisi 2022.

Sepanjang sejarah, La Albiceleste telah tiga kali menjuarai Piala Dunia, yakni pada tahun 1978, 1986, dan 2022.

Kini, harapan jutaan pendukung Argentina kembali bergelora.

Di Teluk Bintuni, harapan itu juga hidup di hati Adrian Kairupan, seorang ayah yang mengabadikan nama idolanya untuk sang putra, dan tetap setia mendukung La Albiceleste dalam setiap perjalanan menuju kejayaan.

Bagi Ian, mendukung Argentina bukan sekedar soal sepak bola. Ini adalah tentang kesetiaan, kenangan masa muda, dan mimpi yang terus hidup bersama setiap sentuhan magis Lionel Messi di lapangan hijau.

Sebagai juara bertahan, Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan kekuatan terbaik yang dipersiapkan pelatih Lionel Scaloni. Tim berjuluk La Albiceleste itu membawa 26 pemain yang terdiri dari perpaduan pemain senior berpengalaman dan talenta muda berbakat.

Di posisi penjaga gawang terdapat Emiliano Martínez, Gerónimo Rulli, dan Juan Musso.

Sementara di lini belakang diperkuat Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolás Otamendi, Nahuel Molina, Nicolás Tagliafico, Gonzalo Montiel, Leonardo Balerdi, dan Facundo Medina.

Lini tengah Argentina diisi Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Giovani Lo Celso, Exequiel Palacios, Valentín Barco, serta Nicolás González.

Sedangkan sektor penyerangan masih mengandalkan sang kapten Lionel Messi bersama Lautaro Martínez, Julián Álvarez, Thiago Almada, Giuliano Simeone, Nico Paz, dan José Manuel López.

Dengan komposisi skuad yang merata di semua lini serta pengalaman tampil di berbagai kompetisi elite Eropa, Argentina menjadi salah satu kandidat kuat untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia dan mempertahankan gelar juara yang mereka raih di Qatar pada tahun 2022.

Hingga 24 Juni 2026, Argentina tampil impresif di Grup J Piala Dunia FIFA 2026. La Albiceleste memimpin klasemen sementara dengan raihan enam poin dari dua pertandingan.

Tim asuhan Lionel Scaloni berhasil meraih dua kemenangan beruntun, yakni saat menghadapi Aljazair dan Austria, tanpa menelan kekalahan.

Hasil tersebut memastikan Argentina lolos ke Babak 32 Besar bahkan sebelum pertandingan terakhir fase grup digelar.

Di Grup J, Argentina bersaing dengan Aljazair, Austria, dan Yordania. Pada laga terakhir fase grup yang akan berlangsung 27 Juni 2026, Lionel Messi dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Yordania.

Sementara itu, Aljazair dan Austria akan bertarung memperebutkan satu tiket tersisa menuju babak berikutnya.

Dengan status pemuncak klasemen dan catatan sempurna dua kemenangan dari dua pertandingan, peluang Argentina untuk melangkah lebih jauh terbuka sangat lebar.

Selain telah mengamankan tiket ke Babak 32 Besar, La Albiceleste juga berpeluang menutup fase grup dengan poin sempurna apabila mampu mengalahkan Yordania pada pertandingan terakhir.

Kepercayaan diri sebagai juara bertahan, kedalaman skuad, serta pengalaman para pemain menjadi modal berharga bagi Argentina untuk kembali berbicara banyak dalam perburuan gelar juara dunia 2026.

***(TIM/red/MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *