Menuju Bintuni Bersih dan Berkelanjutan: Pemerintah Susun Road Map dan Siapkan TPA Baru

Bagikan berita ini

Views: 26

Menuju Bintuni Bersih dan Berkelanjutan: Pemerintah Susun Road Map dan Siapkan TPA Baru

 

https://www.facebook.com/share/v/16gRKDanWJ/

Laporan: Tim Redaksi | KADATE – Inspirasi Papua

BINTUNI, 12 Juli 2025 — Langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Salah satu komitmen tersebut tercermin dalam penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanganan Sampah serta pengembangan peta jalan (road map) pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni, Markus Marlen Iba, ST, MSi, mengungkapkan bahwa pendekatan lama dalam pengelolaan sampah kini sudah tak relevan lagi. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kini mendorong sistem pengelolaan baru yang dikenal dengan “cut and fill”—sampah dibuang dan langsung ditimbun dengan pengawasan langsung dari kementerian.

“Kami telah mengikuti kegiatan penanganan sampah berskala nasional di Jakarta. Di sana, kami diperkenalkan dengan sistem baru yang menekankan pemisahan sampah sejak dari sumbernya. Ini menjadi paradigma baru pengelolaan sampah nasional,” jelas Markus.

Dari Hulu ke Hilir: Menata Ulang Cara Pandang soal Sampah

Menurut Markus, pemerintah daerah kini diwajibkan menyusun Road Map atau peta jalan pengelolaan sampah sebagai tindak lanjut dari arahan KLHK. Dokumen tersebut telah disusun dan akan segera diserahkan ke Bupati Teluk Bintuni.

Dalam road map ini, terdapat beberapa pendekatan strategis pengelolaan sampah, yaitu:

1. Pengurangan Sampah dari Hulu
Fokusnya adalah pemisahan sampah langsung dari rumah tangga, kawasan, atau sumber lainnya. Ini dilakukan melalui prinsip Extended Producer Responsibility (EPR), di mana produsen turut bertanggung jawab atas pengelolaan limbah produknya.

2. Implementasi “Satu RW, Satu Bak Sampah”
Pemerintah juga mendorong gerakan kolektif dengan menyediakan tempat penampungan sampah di tiap RW. Ini akan disertai edukasi dan kampanye intensif kepada masyarakat mengenai TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

3. Peningkatan Layanan Pengangkutan dan Pemilahan Sampah
Langkah ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur dan sistem layanan dari hilir, seperti pengumpulan dan pengangkutan sampah terpilah.

4. Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
Pemerintah daerah juga sedang mempersiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi, yang tak hanya fokus pada pembuangan tetapi juga pada pemanfaatan kembali energi dan material dari sampah (energy recovery dan material recovery).

TPA Baru dan SP3R Akan Dibangun di Kilo 12

Salah satu langkah konkret yang sedang disiapkan adalah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di Distrik Bintuni, tepatnya di wilayah Kilo 12. Lokasi TPA baru direncanakan seluas 2 hektare, jauh lebih besar dari TPA lama yang hanya berukuran 1 hektare.

“Kami akan membangun Sistem Pengolahan Sampah Terpadu (SP3R) di lokasi baru ini. Sementara TPA lama akan tetap digunakan untuk pemilahan dan pengolahan lanjutan. Kita maksimalkan kedua lokasi ini,” tutur Markus.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan wilayah dan bertambahnya volume sampah harian masyarakat.

Penanganan Sampah Medis: Kolaborasi dengan Pihak Ketiga

Sementara itu, untuk sampah medis yang berasal dari rumah sakit di Bintuni, Markus menjelaskan bahwa saat ini pengelolaannya dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, yang kemudian mengangkut sampah tersebut ke Manokwari.

“Di Manokwari sudah tersedia alat incinerator, yaitu alat pembakar sampah medis bersuhu tinggi yang mampu menghancurkan limbah medis berbahaya. Sisa pembakarannya pun dikelola dengan sistem teknis yang aman,” jelas Markus.

Ia menambahkan, meskipun saat ini Teluk Bintuni belum memiliki fasilitas serupa, ke depan pengembangan teknologi untuk pengolahan sampah medis juga akan menjadi prioritas.

Menuju Masa Depan Lebih Hijau

Langkah-langkah progresif ini menjadi bukti bahwa Teluk Bintuni tak ingin ketinggalan dalam arus transformasi lingkungan nasional. Kolaborasi antar-stakeholder, penyusunan regulasi daerah, serta penyediaan infrastruktur yang memadai adalah kunci dalam mewujudkan cita-cita lingkungan hidup yang sehat dan lestari.

“Pada intinya, semua ini untuk memastikan bahwa kita meninggalkan warisan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutup Markus dengan optimistis.

Dengan arah kebijakan yang jelas dan semangat perubahan yang kuat, Teluk Bintuni menapaki jalan menuju masa depan hijau yang berkelanjutan. ***

 

Versi berita dalam bahasa inggris :

Teluk Bintuni Sets Course for a Cleaner Future with New Waste Management Road Map and TPA Site

Report by: Editorial Team | KADATE – Inspirasi Papua

BINTUNI, July 2025 — In a strong commitment to building a cleaner and more sustainable future, the local government of Teluk Bintuni Regency has drafted a Regional Regulation (Perda) and a detailed road map for waste management, following national waste policy directives.

Head of the Environment Agency, Markus Marlen Iba, ST, M.Si explained that traditional waste handling methods are no longer applicable. Indonesia’s Ministry of Environment and Forestry has introduced a new national standard that promotes the “cut and fill” method—waste is directly buried and closely monitored by the Ministry.

“We were instructed to participate in the national waste management program in Jakarta. The system has changed significantly. Unlike before, we’re now required to separate waste at the source and implement more sustainable practices,” Markus said.

Waste Management: From Upstream to Downstream

As part of this national initiative, all local governments—including Teluk Bintuni—are mandated to submit a Waste Management Road Map. The document, now completed, outlines the regency’s steps to overhaul its waste systems and will soon be submitted to the Regent.

Key strategies highlighted in the road map include:

1. Reducing Waste at the Source
Communities are urged to begin separating waste at home. The policy encourages the Extended Producer Responsibility (EPR) concept, where producers are partly responsible for managing waste from their products.

2. One Trash Bin per Neighborhood (RW)
Local efforts will include the implementation of a “1 RW, 1 trash bin” program, combined with public education campaigns and community outreach, especially concerning the 3R Waste Transfer Stations (Reduce, Reuse, Recycle).

3. Improving Collection and Sorting Services
The downstream approach involves upgrading waste collection and transport systems, ensuring that sorted waste is handled more effectively.

4. Eco-Friendly Waste Treatment Technology
Future plans include adopting environmentally friendly technology to support energy recovery, material recycling, and the transformation of final disposal sites (TPAs) into more modern, efficient systems.

New TPA and SP3R Facility at Kilo 12

One of the most tangible projects ahead is the construction of a new landfill (TPA) in Kilo 12, Bintuni District, on a 2-hectare site—double the size of the current 1-hectare facility.

“We’re planning to build a Waste Processing and Recycling System (SP3R) at the new location. The existing landfill will still be used for sorting and processing, while the new site will serve as the main dumping area,” Markus explained.

This dual-site strategy aims to address the growing waste volume while optimizing government-owned facilities for better environmental outcomes.

Medical Waste Management Handled by Third Party

As for hospital waste, Markus said this is a relatively new challenge. Currently, the local hospital has partnered with a third-party waste handler to manage medical waste.

“Medical waste is transported directly to Manokwari, where a high-temperature incinerator is available. The burning process and the ash residue are handled through regulated procedures there,” he stated.

While Bintuni doesn’t yet have a facility for processing medical waste, the local government aims to develop such capacity in the future, in line with the regency’s growth and technological advancement.

A Green Vision for the Next Generation

This holistic waste management approach demonstrates Teluk Bintuni’s readiness to embrace change and protect its environment. Collaboration among stakeholders, solid regulations, and sound planning will be essential in ensuring a sustainable legacy.

“Ultimately, this is all about creating a cleaner, healthier future for the next generation,” Markus concluded.

With clear direction and strong resolve, Teluk Bintuni is moving forward on the green path—one step at a time. ***

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *