Views: 135
Ketua Pokja Papua Cerdas: “P2TIM Teluk Bintuni Adalah Kunci Masa Depan SDM Papua”
BINTUNI, PAPUA BARAT — Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM TB) kembali mendapat dukungan kuat dari Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP). Ketua Pokja Papua Cerdas, Drs. Arius Mofu, M.Pd.I, menegaskan bahwa kehadiran P2TIM adalah kebutuhan mendesak jika Papua ingin melompat lebih cepat menuju kemajuan.
Kunjungan kerja Pokja Papua Cerdas pada Senin (24/11) itu bukan sekadar seremonial. Sejak tiba di lokasi, mereka menerima pemaparan lengkap mengenai profil lembaga, sistem pelatihan, hingga capaian para alumninya yang kini tersebar di berbagai perusahaan industri dan migas.
“Ini potensi yang sangat besar dan strategis. P2TIM mencetak tenaga kerja yang bukan hanya kuat di hardskill, tapi juga softskill—karakter, disiplin, dan etos kerja. Ini modal besar untuk Papua,” ujar Arius Mofu.
Berinteraksi Langsung dengan Siswa dan Trainer
Dalam sesi kunjungan, tim turut berdialog dengan para siswa. Mereka melihat langsung bagaimana proses belajar berlangsung, termasuk penjelasan dari para trainer mengenai materi, instrumen praktik, dan standar industri yang digunakan selama pelatihan.
Tak hanya itu, tim juga meninjau workshop tempat para peserta menunjukkan hasil praktik mereka. Kompetensi yang mereka miliki dinilai sudah sejalan dengan tuntutan industri.
Kapasitas Harus Diperluas
Arius Mofu menegaskan bahwa P2TIM merupakan model pendidikan vokasi ideal yang perlu diperkuat.
“Lembaga seperti P2TIM harus ditingkatkan dan diperluas kapasitasnya. Sekolah-sekolah vokasi di Bintuni juga perlu ditambah. Ini sejalan dengan visi besar memajukan Papua,” katanya.
Ia mencontohkan negara-negara maju seperti Jepang, China, dan Belanda yang bertumpu pada sekolah vokasi untuk memperkuat ekonomi dan menyerap tenaga kerja lokal.
“Tentu, kualitas memang memerlukan biaya. Tapi investasi pendidikan vokasi adalah investasi masa depan.”
Aset Berharga untuk Papua dan Indonesia
Menurutnya, P2TIM perlu dipandang sebagai aset kolektif yang sangat berharga—bukan hanya untuk Bintuni, tetapi juga bagi Papua dan Indonesia secara luas.
“Ini hal baik yang sudah berjalan. Bukan untuk dikurangi, tapi diteruskan dan diperkuat. Perlu koordinasi lintas pihak agar pelaksanaannya semakin optimal. Itulah sebabnya tim kami turun langsung,” tegasnya.
Rekomendasi: Tambah Lahan & Jurusan Baru
Di akhir kunjungan, tim BP3OKP memberikan sejumlah rekomendasi penting. Pertama, perlunya penambahan area P2TIM, mengingat luas saat ini dinilai tidak sebanding dengan potensi besar lembaga tersebut.
Kedua, perlunya penambahan jurusan baru agar sesuai dengan kebutuhan industri masa depan, seperti:
- Teknik alat berat
- Pengelasan dalam air
- Keahlian khusus industri dan migas lainnya
Langkah ini diharapkan mampu menyiapkan generasi Papua yang kompetitif di pasar kerja nasional maupun global.
Hasil kunjungan dan rekomendasi ini akan segera dilaporkan ke pimpinan pusat BP3OKP untuk ditindaklanjuti.
(MA/Inspirasi Papua)













