Harhubnas ke-55, Yasman Soroti Akses Transportasi dan Harga Barang di Bintuni

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 49

Harhubnas ke-55, Yasman Yasir Dorong Penguatan Transportasi Bintuni

BINTUNI, inspirasipapua.id — Bagi masyarakat Teluk Bintuni, transportasi bukan sekadar sarana berpindah. Ketersediaan penerbangan, pelabuhan, dan dermaga turut menentukan kelancaran mobilitas warga, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok.

Hal itu disoroti Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni, Yasman Yasir, S.E., saat ditemui wartawan di Bandara Stengkool Bintuni, Kamis (17/9/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026.

“Kami berharap ke depan pembangunan dan pengembangan sektor perhubungan di Kabupaten Teluk Bintuni dapat terus ditingkatkan dan segera direalisasikan,” ujar Yasman.

Menurutnya, kondisi geografis Teluk Bintuni membuat sektor perhubungan memiliki peran penting dalam membuka akses masyarakat dan mendukung distribusi barang. Karena itu, pembangunan dan peningkatan infrastruktur transportasi perlu menjadi perhatian pemerintah.

Dorong Pengembangan Bandara Stengkool

Yasman secara khusus menyoroti pelayanan di Bandara Stengkool. Saat ini, penerbangan Susi Air disebut hanya mampu mengangkut sekitar 11–12 penumpang dalam satu penerbangan.

Ia berharap kapasitas bandara dapat ditingkatkan sehingga mampu melayani pesawat berukuran lebih besar.

“Kami berharap ke depan bandara baru di Bintuni dapat dikembangkan sehingga mampu melayani penerbangan dengan pesawat yang lebih besar,” katanya.

Yasman juga berharap Kementerian Perhubungan dan pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pengembangan bandara tersebut dan merealisasikannya pada 2027.

“Semoga tahun 2027 dapat terealisasi sebagai kado untuk masyarakat Teluk Bintuni,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Bandara Stengkool telah digunakan sejak Bintuni masih berstatus kecamatan dan menjadi salah satu sarana transportasi masyarakat sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Bandara Babo Diharapkan Terbuka untuk Masyarakat

Selain Stengkool, Yasman menyoroti Bandara Babo. Menurut dia, bandara tersebut saat ini lebih banyak melayani perusahaan yang beroperasi di sekitarnya.

Ia berharap ke depan pelayanan penerbangan di Bandara Babo dapat dibuka lebih luas untuk masyarakat umum.

“Di Babo juga ada bandara, tetapi saat ini hanya melayani perusahaan-perusahaan yang ada di sekitarnya dan belum dapat dinikmati masyarakat. Jadi ke depan, semoga Bandara Babo juga dapat membuka pelayanan untuk masyarakat,” katanya.

Dermaga dan Biaya Distribusi

Di sektor transportasi laut, Yasman menilai dermaga memiliki peran penting dalam memperlancar bongkar muat sekaligus menekan biaya distribusi.

Ia mencontohkan harga semen di Babo. Semen yang di daerah lain sekitar Rp100 ribu per sak, menurut dia, bisa mencapai sekitar Rp160 ribu di Babo. Perbedaan tersebut, kata Yasman, antara lain dipengaruhi biaya transportasi dan proses pemindahan barang dari kapal ke daratan.

“Sebagai contoh, harga satu sak semen yang di daerah lain sekitar Rp100 ribu, di Babo bisa mencapai sekitar Rp160 ribu. Perbedaan harga tersebut cukup besar karena adanya tambahan biaya transportasi dan distribusi dari kapal hingga ke darat,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong agar dermaga yang telah dibangun pemerintah daerah, termasuk Dermaga Babo, dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dermaga Tofoi Perlu Dioptimalkan

Yasman juga berharap Dermaga Tofoi yang telah diresmikan beberapa tahun lalu dapat digunakan secara maksimal, khususnya untuk aktivitas bongkar muat kapal kargo.

“Masyarakat berharap kapal-kapal kargo dapat masuk dan melakukan aktivitas bongkar muat di sana, sehingga perputaran ekonomi di wilayah tersebut semakin baik,” katanya.

Menurut Yasman, pembangunan infrastruktur transportasi harus diikuti pemanfaatan yang optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman.

Harhubnas Jadi Momentum Perbaikan Layanan

Yasman berharap peringatan Harhubnas menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pelayanan, konektivitas, dan keselamatan transportasi di Teluk Bintuni.

“Semoga momentum Harhubnas menjadi semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi, konektivitas, keselamatan, serta mendukung kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

“Transportasi maju, Indonesia semakin terhubung dan berdaya saing,” pungkas Yasman Yasir.

**(Tim/red/muris/inspirasi Papua.id)**

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *