Views: 138
Wakil Bupati Joko Lingara Buka Pesparani Katolik Teluk Bintuni 2025, Tekankan Pembinaan Iman dan Kebersamaan
BINTUNI, PAPUA BARAT — Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025, Rabu (10/12/2025).
Pembukaan berlangsung khidmat di Aula Santo Yohanis Bintuni, dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Katolik dari berbagai paroki dan stasi di Teluk Bintuni.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum LP3KD Provinsi Papua Barat yang diwakili Sekretaris Umum LP3KD Provinsi Papua Barat Hugo Risal, S.Si, Kepala Kementerian Agama Teluk Bintuni Husein Alhamid, S.Ag, M.Pd, Ketua LP3KD Teluk Bintuni Yohanis Asmorom, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Teluk Bintuni Nurcholis, S.Ag, Kepala Bagian Kesra Setda Teluk Bintuni Yohanis Fatubun, SH, Pastor Paroki Santo Paskalis Manimeri Videlis Nili, O.Carm, para dewan juri, pelatih, serta peserta lomba. Kegiatan ini juga dihadiri para pastor, frater, suster, tokoh adat, dan seluruh umat Katolik Kabupaten Teluk Bintuni.
Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Joko Lingara mengajak seluruh hadirin untuk menaikkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga Pesparani Katolik Tingkat Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 dapat terselenggara dalam keadaan aman dan penuh sukacita. Ia menegaskan bahwa Pesparani tidak semata-mata dimaknai sebagai ajang perlombaan, melainkan sebagai ruang pembinaan iman yang hidup bagi umat Katolik.
“Pesparani ini jangan kita lihat hanya sebagai kompetisi paduan suara. Lebih dari itu, ini adalah sarana pembinaan iman, tempat umat meneguhkan spiritualitas melalui puji-pujian yang lahir dari kedalaman hati. Seperti dalam Mazmur dikatakan, Tuhan bertahta di atas puji-pujian,” ujarnya.
Menurutnya, selain memperdalam iman, Pesparani juga menjadi wadah strategis untuk mengembangkan talenta seni umat Katolik, khususnya dalam bidang musik dan paduan suara gerejani. Ia berharap, melalui ajang ini akan lahir paduan suara berkualitas yang mampu tampil di tingkat yang lebih tinggi, terlebih Teluk Bintuni akan mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026.
Lebih lanjut, Joko Lingara menekankan bahwa Pesparani hendaknya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan umat Katolik lintas paroki dan komunitas. Para peserta yang hadir dari berbagai wilayah, kata dia, tidak hanya menampilkan kemampuan terbaik, tetapi juga membangun kebersamaan, saling mendukung, dan memperkuat nilai-nilai kekeluargaan di tengah masyarakat Teluk Bintuni yang majemuk.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada LP3KD Kabupaten Teluk Bintuni, seluruh panitia, para pembina, romo, suster, frater, serta para pelatih yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga kegiatan Pesparani dapat terselenggara dengan baik. Kepada para peserta, ia berpesan agar Pesparani dijadikan sebagai ruang belajar yang memberikan pengalaman berharga dalam kehidupan berkomunitas dan pelayanan gerejani.
Sebagai rangkaian pembukaan, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta lomba oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara, Sekretaris Umum LP3KD Provinsi Papua Barat, Ketua LP3KD Teluk Bintuni, serta Dewan Juri. Penyematan tersebut menandai dimulainya secara resmi seluruh rangkaian lomba Pesparani Katolik Tingkat Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025.
Menariknya, dalam acara ini Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara juga ditunjuk secara langsung sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Teluk Bintuni. Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan iman dan pengembangan seni budaya gerejani di Papua Barat.
Acara pembukaan ditutup dengan prosesi penabuhan tifa sebanyak tujuh kali oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni sebagai tanda resmi dibukanya Pesparani Katolik Tingkat Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat, sukacita, dan semangat kebersamaan.
(MA/Inspirasi Papua)













