Views: 170
Berkat P2TIM, Mimpi Gadis Asal Tomu Jadi Nyata: Dari Kampung Nelayan ke Dunia Migas
BINTUNI — Terlahir dari keluarga nelayan sederhana di Kampung Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni, Muna Kosepa membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh di mana saja — bahkan dari kampung kecil di pesisir Papua Barat.
Anak kedua dari lima bersaudara ini awalnya tak pernah membayangkan bisa bekerja di industri besar seperti LNG Tangguh. Namun segalanya berubah ketika ia bergabung dengan Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni Angkatan XIV pada awal 2024.
Muna memilih jurusan Hospitality – Food & Beverage Product, bidang yang mengajarkan keterampilan mengolah makanan dan minuman, menjaga standar kebersihan, hingga manajemen produksi. Tak hanya itu, program ini juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras.
“Selama pelatihan, saya belajar banyak hal, bukan hanya soal teknis, tapi juga tentang bagaimana bersikap profesional,” kenang Muna.
Lulus dari P2TIM, gadis 22 tahun asal Suku Sebyar itu langsung bergerak cepat. Hanya dua minggu setelah kelulusan, ia lolos seleksi dan diterima bekerja di PT. Indocater LNG Tangguh sebagai staf hospitality.
Awalnya, perjalanan Muna tidak mulus. Tantangan bahasa dan rasa minder sempat membuatnya hampir menyerah. Namun berkat bimbingan senior dan semangat pantang menyerah, ia mampu beradaptasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Harus sabar dalam bekerja, ikuti aturan, dan jangan cepat menyerah. Saya ingin membahagiakan keluarga dan bermanfaat bagi orang lain. Bekal dari P2TIM sangat berguna,” ujar Muna dengan senyum bangga.
Kini, setelah lebih dari setahun bekerja, hasil kerja kerasnya mulai terlihat. Muna sudah bisa membeli motor, memperbaiki rumah keluarga di kampung, dan menabung untuk masa depan.
Kisah Muna Kosepa menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi seperti P2TIM mampu membuka jalan bagi generasi muda Papua untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Dari Tomu, ia membuktikan: tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi mereka yang mau berusaha. (MA/Redaksi Inspirasi Papua)

