Views: 191
Bupati Yohanis Manibuy Tegaskan Komitmen Pengawasan Bersih Demi Masa Depan Teluk Bintuni
Laporan: Tim Redaksi KADATE / Inspirasi Papua
BINTUNI — Suasana di Aula Sasana Karya, Kamis (24/7/2025) pagi itu terasa berbeda.
Kursi-kursi tertata rapi, layar besar menampilkan tajuk kegiatan: Rapat Koordinasi Pengawasan (RAKORWAS) Daerah Tahun 2025. Di barisan depan, para pejabat dari berbagai instansi tampak bersiap. Ini bukan sekadar acara rutin, tapi momen penting bagi Kabupaten Teluk Bintuni untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi korupsi.
Kegiatan dibuka dengan penyerahan piagam audit internal dari BPKP Provinsi Papua Barat kepada Inspektorat Kabupaten Teluk Bintuni. Ada pula prosesi pengukuhan auditor dan penandatanganan fakta integritas—simbol komitmen moral dan profesional dalam menjalankan tugas pengawasan.
Dalam sambutannya, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, bicara lugas namun menyentuh:
“Tindak korupsi adalah musuh bersama. Ia tak hanya merugikan negara, tapi juga merusak kepercayaan publik, melemahkan sistem, dan menghambat pelayanan kepada rakyat.”
Bupati menegaskan pentingnya peran Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP). Mereka adalah benteng awal untuk mencegah penyimpangan, mengawal anggaran, dan memastikan setiap kebijakan berjalan pada rel yang benar.
“Tanpa pengawasan yang kuat, program pemerintah bisa melenceng. Risiko seperti gratifikasi, konflik kepentingan, hingga penyalahgunaan anggaran sangat mungkin terjadi,” lanjutnya.
RAKORWAS kali ini menggandeng BPKP Perwakilan Papua Barat sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bukan hal baru, namun terus diperkuat dari tahun ke tahun. Di awal 2025, bahkan telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Teluk Bintuni dan BPKP untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan dan pembangunan daerah.
Lebih jauh, Bupati Yohanis juga menyinggung sinergi lintas sektor secara nasional. Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan, Polri, dan KPK kini bergerak bersama memperkuat pengawasan lewat program MCSP (Monitoring Controlling Surveillance for Prevention). Teluk Bintuni pun tak ketinggalan, ikut dalam pengawasan terpadu atas tata kelola birokrasi, pengelolaan keuangan, dan aset daerah.
Tema RAKORWAS tahun ini berbunyi cukup panjang, namun penuh makna:
“Berkomitmen Bersama dalam Peningkatan Akuntabilitas Keuangan dan Pembangunan melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Amanah, Bersih, Berwibawa, Akuntabel, Transparan dan Berorientasi pada Pelayanan Prima dalam Mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Energik, Religius dan Andal Menuju Teluk Bintuni yang Smart dan Inovatif.
”Bupati berharap, tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pegangan dalam bekerja. “Kita semua punya peran dalam membangun Teluk Bintuni yang lebih bersih dan berdaya,” tutupnya.
Acara hari itu juga dihadiri oleh Eko Hery Winarno, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat; I Wayan Sidia, Kepala Inspektorat Teluk Bintuni; para pimpinan OPD serta peserta RAKORWAS dari berbagai satuan kerja perangkat daerah. Di balik rapat formal itu, ada harapan besar: menjadikan pengawasan bukan sekadar tugas, tapi budaya kerja demi Teluk Bintuni yang lebih baik. ***

