Views: 105
Natal di Pengungsian, Bupati Yohanis Manibuy Hadirkan Harapan bagi Warga Moskona Utara
BINTUNI, PAPUA BARAT — Suasana pengungsian tak menghalangi masyarakat Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, merayakan Natal 2025 dengan penuh iman dan harapan. Di tengah keterbatasan dan kerinduan akan kampung halaman, momen Natal justru terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.
Perayaan Natal bersama warga pengungsi berlangsung pada Selasa malam (23/12/2025) di Tisai. Mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, ibadah Natal ini menjadi ruang penguatan iman sekaligus penghiburan bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan hidup jauh dari rumah akibat gangguan keamanan.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Ikatan Pemuda-Pemudi Moyeba Utara yang berperan aktif menghadirkan suasana kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy—akrab disapa Bupati Anisto—menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia menegaskan bahwa Natal sejatinya adalah perayaan harapan, damai, dan kasih, namun tahun ini dirasakan dengan rasa yang berbeda oleh sebagian warga.
“Ada saudara-saudara kita yang harus meninggalkan rumah, kampung halaman, dan kehidupan sehari-hari akibat gangguan keamanan. Sebagai sesama anak negeri dan pemimpin daerah ini, saya ikut merasakan duka, kegelisahan, dan keprihatinan yang dialami bapak-ibu semua,” ungkapnya dengan nada empati.
Diketahui, warga dari sejumlah kampung di Distrik Moskona Utara terpaksa mengungsi ke ibu kota kabupaten setelah terjadinya insiden baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok separatis OPM beberapa bulan lalu. Situasi tersebut memaksa masyarakat meninggalkan tanah kelahiran demi keselamatan.
Bupati Anisto menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam atas kondisi tersebut. Berbagai langkah terus dilakukan dengan menjalin koordinasi bersama aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh pemangku kepentingan agar situasi kembali kondusif.
“Kami terus bekerja agar keamanan segera pulih, sehingga masyarakat bisa kembali hidup dengan aman, tenang, dan bermartabat di kampung halamannya sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif pemuda-pemudi Moyeba Utara yang menggagas perayaan Natal di pengungsian. Menurutnya, di tengah situasi sulit, peran generasi muda sangat penting sebagai pembawa harapan dan penjaga persatuan.
“Tetaplah menjadi pembawa damai, jangan mudah terprovokasi, dan terus tumbuhkan semangat kebersamaan. Jangan biarkan rasa takut dan kebencian menguasai hati. Biarlah kasih Kristus menjadi terang yang menuntun kita keluar dari setiap persoalan,” pesan Bupati.
Dengan penuh keyakinan, Bupati Anisto menyampaikan bahwa kebersamaan, doa, dan kerja sama semua pihak akan menjadi kekuatan utama untuk melewati masa sulit ini. Pemerintah daerah, katanya, akan terus hadir, mendengar, serta melayani seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Mari jadikan Natal ini sebagai momentum mempererat persaudaraan, menguatkan iman, dan meneguhkan komitmen bersama membangun Teluk Bintuni yang aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.
Di tengah keterbatasan pengungsian, Natal tahun ini menjadi saksi bahwa harapan tetap hidup—bahwa kehadiran pemimpin, kebersamaan, dan iman mampu menyalakan terang, bahkan di saat paling gelap sekalipun.(MA/Inspirasi Papua)













