Views: 16
Masyarakat Papua Mulai Rayakan Satu Abad Peradaban di Tanah Papua, Diawali Jalan Santai dan Parade Budaya
WASIOR — Rangkaian Perayaan Satu Abad Peradaban di Tanah Papua oleh masyarakat Papua resmi dimulai, Rabu (22/10/2025). Kegiatan pembuka berlangsung meriah dengan jalan santai dan parade budaya yang melibatkan warga dari berbagai Klasis di Tanah Papua.
Acara dimulai dari Taman Masasoya Topai dan berakhir di Lapangan Situs Aitumieri, Miei, lokasi bersejarah tempat awal masuknya terang injil dan pendidikan di Tanah Papua.
Sejak pagi, masyarakat memenuhi rute jalan santai sambil mengenakan pakaian adat dan atribut warna-warni yang mencerminkan kekayaan budaya Papua.
Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Umum Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Daniel Kaigere. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perayaan satu abad Peradaban di Tanah Papua itu merupakan momen penting untuk mengenang awal mula peradaban modern di Tanah Papua melalui kehadiran injil dan pendidikan pertama di Teluk Wondama yang mengubah wajah masyarakat Papua.
“Seratus tahun peradaban ini adalah bukti bahwa Tuhan telah bekerja melalui para misionaris dan leluhur kita. Dari sinilah Tanah Papua mulai mengenal iman, pendidikan, dan kebudayaan yang membentuk jati diri kita hari ini,” ujar Pdt. Kaigere.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, SE., MM, Wakil Bupati Anthonius Alex Marani, S.IP., Kp, bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan serta tokoh pemuda perwakilan dari beberapa Klasis di Tanah Papua.
Dalam kesempatan itu, Bupati Elysa Auri menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan bersejarah tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjadikan momentum seratus tahun peradaban ini sebagai dorongan memperkuat iman, pendidikan, dan semangat membangun Tanah Papua yang damai dan sejahtera.
> “Kita patut bersyukur karena dari Wondama inilah terang injil memancar dan membawa perubahan besar bagi masyarakat Papua. Mari kita lanjutkan perjuangan para pendahulu dengan bekerja keras, menjaga persatuan, serta menanamkan nilai kasih dan keadilan di Tanah Papua,” tutur Elysa Auri.
Perayaan Satu Abad Peradaban di Tanah Papua ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai agenda, termasuk seminar budaya, ibadah syukur, dan pameran sejarah misi GKI di Tanah Papua. Dan puncak acaranya akan dirayakan pada tanggal 25 Oktober 2025.
(MA/Inspirasi Papua)

