Tenaga Analis Di Bintuni Masih Langka, Analis Memiliki Peranan Penting Untuk Diagnosa Penyakit

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Franky D. Mobilala, SKM, M.Kes saat membuka kegiatan Seminar Diagnosis Malaria dan Demam Berdarah. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 4

BINTUNI, InspirasiPapua.idTenaga analis di Bintuni masih langka dan memiliki peranan yang sangat penting untuk mendiagnosa penyakit dan tanpa analis dokter tidak bisa berbuat apa-apa.

Para analis peserta Seminar Diagnosis Malaria dan Demam Berdarah saat mengikuti seminar menyambut Hari Malaria Sedunia dan Demam Berdarah di Aula Kantor Dinas Kesehatan TB di Kilo-6 Distrik Bintuni. IP-IST.

“Di Bintuni tenaga analis jumlahnya baru ada 50 orang lebih jumlah ini masih sangat kurang. Sehingga kedepan kita akan menambah tenaga analis.

Tenaga analis ini tergabung dalam persatuan ahli teknologi laboratorium medik Indonesia (Patelki). Patelki lahir pada tanggal 26 April 1986 dan digagas oleh Drs. Sianturi Cahyo  yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Laboratorium di Indonesia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Franky D. Mobilala, SKM, M.Kes, Sabtu (23/04/2022).

Pada saat dirinya membuka Kegiatan Seminar Diagnosis Malaria dan Demam Berdarah Dengue dalam rangkan menyambut hari Malaria Se-Dunia dan Hari Demam Berdarah yang digelar oleh DPC Patelki Teluk Bintuni bertempat di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Kilo-6 Distrik Bintuni.

Salah satu pemateri Seminar Diagnosa Malaria dan Demam Berdarah dr. Yorike dalam rangka menyambut Hari Malaria Sedunia yang digelar Patelki Teluk Bintuni di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni Kilo-6 distrik Bintuni. IP-IST

Lanjut Franky Mobilala bahwa tujuan Patelki yaitu pertama, menghimpun seluruh anggotanya untuk mempersatukan diri dalam meningkatkan peran serta secara aktif, terarah dan terpadu.

“Kemudian kedua, mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang teknologi labororatorium. Serta ketiga yaitu meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan laboratorium kesehatan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Analis merupakan  garda terdepan dan tanpa analis dokter tidak bisa berbuat apa-apa dan di Bintuni analis ini masih langka.

Analis memiliki peranan penting salah satu inovasi kita yaitu malaria yang menjuarai tingkat dunia pada tahun 2018 di Maroko itu tidak terlepas dari keterlibatan para analis yang ada di Bintuni,” papar Mobilala.

Kepala Dinas Kesehatan itu juga mengatakan bahwa analis adalah ujung tombak dari semua tindakan-tindakan kesehatan tanpa analis dokter juga akan klinis.

“Kita dulu mau mengamati malaria pada tahun 90-an kebawah  saat itu pasien datang kita lihat mereka panas dingin kita langsung diagnosa tanpa pemeriksaan dini.

Sehingga kita tidak bisa memastikan kalau pasien itu malaria atau bukan. Sebab mungkin saja dia itu demam karena luka.

Tetapi dengan adanya tenaga analis ini kita bisa memeriksa pasien tersebut sakit malaria tersiana ataupun malaria tropika. Jadi analis ini mempunyai peranan yang sangat penting,” terang Mobilala.

Pada lesempatan itu,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni itu juga memberikan apreasiasi kepada para tenaga analis dari berbagai Puskesmas yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Saya memberikan apreasiasi kepada seluruh tenaga analis yang saat ini jumlahnya sudah ada 50 an lebih yang bertugas diberbagai Puskesamas yang ada dikabupaten Teluk Bintuni yang jumlahnya masih terbilang sangat kurang.

Sehingga kita berharap tahun-tahun berikut kita akan lakukan penambahan tenaga-tenaga analis. Sebab analis ini merupakan  garda terdepan yang bisa bersama-sama dengan dokter mediagnosa penyakit,”sebutnya.

Franky Mobilala juga berharap melalui seminar tersebut  cita-cita besar untuk mengeliminasi malaria pada tahun 2030 dan mengeliminasi DB juga tahun 2030 di Indonesia dapat tercapai.

“Dan lebih khusus eliminasi malaria di Bintuni pada tahun 2023 juga bisa tercapai. Eliminasi-eliminasi malaria yang ada di Indonesia tidak terlepas dari peran serta Patelki.

Sehingga saya berharap setalah seminar tentang malaria dan demam berdarah yang masih cukup tinggi di Bintuni itu bermanfaat dan kita bisa lebih bersinergi untuk memberantas malaria dan demam berdarah sehingga kita mampu mengelimiasi malaria di kabupaten Teluk Bintuni,” tutur Mobilala.

Pantauan media ini pembicara dalam seminar tersebut terdiri dari dr. Yeriko, Asep Setyabudi serta Ketua Patelki Kabupaten Teluk Bintuni Muhammad Almahdi.

Penyajian materi dilakukan secara tatap muka dan melalui vidio zoom yang diikuti seluruh anggota Patelki yang ada di Puskesmas-Puskemas di kabupaten Teluk Bintuni.

Peserta Seminar berjumlah kurang lebih 30 peserta berasal dari tenaga-tenaga analis yang berasal dari Puskemas-Puskemas terdekat dari kota Bintuni seperti dari Puskemas Meyado, Tembuni, Merdey, Tuhiba, Bintuni dan Manimeri.

Sedangkan analis yang berada di Puskemas terjauh dari kota Bintuni hanya mengikuti memalui media vidio zoom.

Peringatan hari Malaria Sedunia di Kabupaten Teluk Bintuni diperingati selain Seminar juga akan dilakukan pemeriksaan golongan darah di Dinas Administrasi Kependudukan dan  Pencatatan Sipil Kabupaten Teluk Bintuni yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 April 2022 yaitu dikhususkan kepada masyarakat yang akan membuat atau melakukan perekaman KTP elektronik. (01-IP)

 

 

 

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *