Masjid Akbar Al Muttaqin Bintuni Jadi Salah Satu Icon Destinasi Wisata Religi Di PB Akan Diresmikan Gubernur

Masjid Akbar Al Muttaqin nampak dari depan memiliki ornamen yang indah dan qubah yang menjulang tinggi. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 49

BINTUNI, InspirasiPapua.idMasjid Akbar Almuttaqin Kampung Lama Bintuni akan menjadi salah satu icon destinasi wisata relegi yang terindah di Papua Barat yang akan diresmikan langsung oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si pada hari Selasa (10/05/2022) sekaligus momentum Halal Bi Halal antara Gubernur, Bupati serta Forkopimda bersama umat muslim Bintuni.
Masjid Akbar Al Muttaqin nampak dari depan memiliki ornamen yang indah dan memiliki ruang parkir yang luas. IP-IST
Masjid Akbar Al Muttaqin berdiri di atas tanah yang telah di wakafkan oleh mantan Wakil Bupati Teluk Bintuni Alm. Drs. Haji Akuba Kaitam serta Drs. H. Haris Tahir Kaitam, M.Si. Masjid ini  memiliki luas 35 meter x 35 meter didalamnya terdapat 99 tiang penyanggah bangunan yang menyimbolkan 99 nama-nama baik Allah Swt (Asmaul Husna) dan memiliki tiga lantai.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Akbar Al Muttaqin Bintuni Dr. Drs. Alimudin Baedu, MM beserta jamaah Masjid Akbar Al Muttaqin berfose di depan pintu keluar masjid usai Sholat Ashar. Minggu (08/05/2022) sore. IP-IST
“Serta bentuk bangunan yang indah dan juga memiliki lahan parkir yang cukup luas yang bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan oleh umat muslim di Bintuni seperti Bazar dan pesta perkawinan serta perayaan hari-hari besar Islam.
Adapun kapasitas masjid Akbar Al Muttaqin seluruhnya bisa menampung 3.500 (tiga ribu lima ratus jamaah) dan didalam masjid cukup luas serta memiliki daya tarik tersendiri bagi umat muslim di Bintuni khususnya masyarakat muslim yang tinggal di Kampung Lama Bintuni untuk datang menunaikan ibadah sholat lima waktu maupun kegiatan pengajian dan lainnya.
Nampak Halaman Masjid Akbar Al Muttaqin yang dapat menampung 1.500 jemaat. IP-IST
Selain itu juga memiliki halaman parkir yang luas dan bahkan halaman depan masjid diperkirakan dapat menampung 1.500 jamaah serta dapat digunakan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri yang dapat menampung kurang lebih 10.000 (sepuluh ribu) jamaah,” ungkap Ketua Panitia Pembangunan Masjid Akbar Al Muttaqin Kampung Lama Bintuni Dr. Drs. Alimudin Baedu, MM, Minggu (08/05/2022).
Pada saat diwawancarai wartawan usai pelaksanaan Sholat Ashar di Masjid Akbar Al Muttaqin Kampung Lama Bintuni.
Nampak bagian dalam Masjid Akbar Al Muttaqin yang refresentatif, luas memilikitiang penyangga 99 buah serta berlantai tiga. TP-IST
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Akbar Al Muttaqin itu kesehariannya juga adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Teluk Bintuni itu menuturkan bahwa pembangunan Masjid Akbar Al Muttaqin melalui rentetan waktu yang cukup panjang yaitu selama 7 tahun yaitu sejak tahun 2015 hingga 2022.
Tempat Imam masjid saat pimpin sholat dan Khotib ketika  menyampaikan ceramah agama (tausiah) di atas mimbar. yang nampak elegan yang dimiliki Masjid Akbar Al Muttaqin Bintuni. IP-IST
“Sumber dana pembangunan masjid bersumber dari dana keagamaan Kabupaten Teluk Bintuni masa pemerintahan Bupati Petrus Kasihiw yang dalokasikan cukup besar untuk pembangunan rumah-rumah ibadah seperti masjid dan gereja yang ada di Teluk Bintuni termasuk masjid Akbar Al Muttaqin ini.
Meski sebelumnya bantuan juga ada namun tidak sebesar pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Ir.Petrus Kasihiw, MT dan Matret Kokop, SH yang benar-benar komitmen untuk membangun Bidang Keagamaan pada periode pertama yaitu 2016-2021.
Nampak bagian depan masjid Akbar Al Muttaqin di waktu sore. IP-IP
Selain itu pemerintah Provinsi Papua Barat juga ikut membantu  dana pembangunan masjid ini sehingga Masjid Akbar Al Muttaqin itu bisa selesai tahun ini dan direncanakan akan diresmikan oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si pada hari Selasa, 10 Mei 2022,” papar Alimudin.
Ketua Pembangunan Masjid Akbar Al Muttaqin Kampung Lama Bintuni tersebut berharap nasyarakat muslim yang ada di Kampung Lama diharapkan turut menjaga masjid yang indah itu agar tidak cepat rusak.
Dan dapat terjaga untuk digunakan beribadah oleh umat muslim Bintuni khususnya umat muslim yang ada di kampung lama Bintuni.
Termasuk para musafir yang datang ke Bintuni dapat melakukan ibadah di masjid itu dengan tenang dan kusyu. Banyak orang bilang masjid Akbar Al Muttaqin ini adalah masjid yang memiliki bentuk ornamen seperti masjid Nabawi di Madina.
Dr. Drs. Alimudin, MM ketika diwawancarai usai sholat Ashar di Masjid Akbar Al Muttaqin Kampung Lama Bintuni. IP-IST
“Memang ada ornamen-ornamen masjid Nabawi Madinah yang kita adobsi sehingga terkesan ketika kita berada di masjid ini seperti berada di Madina. Masjid Akbar Al Muttaqin ini adalah salah satu masjid terindah di Papua Barat yang dirancang dengan bentuk bangunan design yang menabjubkan bila orang datang bertandang ke masjid ini,” ungkap Alimudin.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid itu juga menambahkan bahwa di lokasi Masjid Akbar Al Muttaqin ini juga akan dibangun tempat inap khusus bagi musafir dari luar yang mungkin tinggal beberapa hari di Bintuni untuk melakukan wisata religi itu nantinya dapat tinggal di sini sambil menjalankan ibadah sholat atau pun pengajian-pengajian.
Selain itu kami juga akan membangun taman bacaan Al Qur’an atau taman pendidikan Al Qur’an (TPA) untuk mendidik generasi muda atau anak-anak muslim belajar membaca Al Qur’an di sini. Selanjutnya di halaman Masjid Akbar Al Muttaqin juga terdapat space untuk tempat-tempat kuliner untuk melayani umat muslim yang beribadah serta wisata religi di Masjid Akbar Al Muttaqin ini. Dan diharapkan masjid ini kan menjadi kebanggaan umat muslim dan masyarakat kabupaten Teluk Bintuni.
Usai wawancara Ketua Panitia Pembangunan Masjid Akbar Al Muttaqin Dr. Drs. Alimudin, MM mengajak wartawan makan “Kapurung”. IP-IST
Dimana masjid ini nantinya benar-benar dapat bermanfaat bagi umat muslim yang ada di Bintuni serta dari luar Bintuni yang datang ke sini untuk melakukan ibadah atau wisata religi,” pungkasnya.
Usai diwawancarai, Ketua Pembangunan Masjid Akbar Al Muttaqin yang rendah hati itu  mengajak wartawan untuk makan bersama yang telah disiapkan panitia yaitu makanan khas Bugis yang disebut “kapurung” yaitu makanan yang didalamnya ada papeda yang telah dicampur sayur dan ikan yang rasanya khas mirip-mirip dengan “papeda kuah kuning” khas Papua.
Nampak para tukang dan pekerja sedang mengerjakan pengecoran halaman masjid serta menyelesaikan plesteran beberapa pagar yang sedikit lagi rampung.
Sehingga pada hari “H” Masjid Akbar Al Muttaqin ini dapat diresmikan oleh Gubenur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si sekaligus momentum Halal Bi Halal dengan mendatangkan Penceramah dari luar Bintuni. (01-IP)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *