Bupati Telbin Minta Dukungan SKK Migas Untuk Pembangunan Pabrik Pupuk Tetap Dilakukan Di Bintuni

Bupati Teluk Bintuni saat melakukan pertemuan dengan Kepala SKK Migas Pusat di Jakarta. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 29

BINTUNI, InspirasiPapua.idBupati Teluk Bintuni minta kepada SKK Migas Pusat untuk mendukung pembangunan pabrik pupuk di kabupaten Teluk Bintuni.

Sebab saat ini PT Genting Oil yang berinvestasi di Kabupaten Teluk Bintuni dan beroperasi di distrik Sumuri itu dokumen Amdalnya sudah  final.

“Pemkab Teluk Bintuni sudah bekerja maksimal dengan mengarahkan masyarakat di distrik tersebut dengan memberikan pemahaman bahwa Genting Oil tetap akan berjalan di Kabupaten Teluk Bintuni.

Kemudian sesuai dengan kesepakatan dengan Kementrian  Perindustrian RI bahwa nantinya ada supply Gas dari Genting Oil melalui Pipanisasi ke Kawasan Industri Petrokimia yang ada di onar distrik Sumuri sebagai bahan baku pupuk.

Kilang LNG Tangguh di distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni. IP-IST

Proses untuk pembangunan pabrik pupuk ini sudah berjalan lalu tiba-tiba kita dengar ada pabrik pupuk yang mungkin dengan cara sendiri tidak lewat negosiasi baik  dengan Pemda Teluk Bintuni selaku daerah penghasil Gas.

Dimana perusahaan pupuk tersebut telah bernegosiasi dengan kabupaten tetangga kami yaitu kabupaten Fakfak dengan lsu-isu berkembang bahwa pabrik pupuk akan dibangun di Fakfak dan gasnya akan diambil dari Teluk Bintuni sehingga  telah menimbulkan penolakan dari masyarakat adat Tujuh Suku kabupaten Teluk Bintuni.

Dimana masyarakat adat Tujuh Suku katakan bahwa apabila kabupaten Fakfak akan buat pabrik pupuk tidak ada masalah tetapi Gas tidak boleh diambil dari Teluk Bintuni,” ungkap Bupati Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT, Selasa (01/03/2022) pekan lalu dalam pressrealisenya  yang disampaikan kepada wartawan di Bintuni ketika dirinya usai bertemu dengan Kepala SKK Migas Pusat di Jakarta.

Bupati juga menjelaskan bahwa secara ekonomis jarak Genting Oil ke Kokas cukup jauh apabila dibangun pabrik pupuk di sana tidak ekonomis sebab jauhnya sekitar 80 Kilometer. Tetapi kalau dari Kawasan Industri Teluk Bintuni di Onar itu hanya 25 Kilo dari Genting Oil beroperasi.

Kemudian Genting Oil juga sudah melalui proses Amdal dan kalau  berubah berarti akan dibuat Amdal baru lagi. Padahal dalam pembuatan Amdal Genting Oil ini penyusunannya telah melalui proses panjang. Dan saat ini tinggal menunggu Amdal tersebut dan sudah final sehingga tidak ada persoalan lagi untuk Genting yang nantinya akan  memproduksi Gas dari sumur-sumur Gas yang ada di distrik Sumuri.

Di sisi lain bahwa keberadaan perusahaan Genting Oil selama ini di distrik Sumuri sudah dekat atau familiar dengan masyarakat di sana.

Dan ketika Genting sudah tidak ada di Sumuri maka masyarakat akan ke sulitan dan sengsara ketika mereka pulang pergi dari kampung ke ibu kota distrik Sumuri di Tofoi akibat jalan rusak.

Karena selama ini Genting Oil selalu membantu masyarakat memperbaiki apabila ada jalan yang tiba-tiba rusak sehingga keberadaan perusahaan Genting Oil di distrik Sumuri cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat,” papar Bupati Bintuni. (01-IP)

 

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *