Kebakaran Diduga Dari Gudang Bensin Yang Meledak Akibatkan Kerugian Material Ratusan Juta

Nampak saat terjadi kebakaran besar habiskan 5 unit rumah tempat usaha bengkel las, salon, rumah makan serta gudang bensin. IP-IST
Bagikan berita ini

Views: 0

BINTUNI, InspirasiPapua.idKebakaran kembali terjadi di Bintuni menghanguskan 5 (lima) unit rumah dan tempat usaha, Senin (18/04/2022) yaitu usaha bengkel las, salon, rumah makan serta tempat penampungan bensin. Kebakaran ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di Bintuni dalam tahun 2022.

Akibat kebakaran kemarin, mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah namun tidak ada korban jiwa. Kebakaran diduga bermula dari tempat penampungan bensin yang terletak disamping bengkel las yang meledak lalu tiba-tiba terjadi kebakaran besar yang begitu cepat dan menghabiskan 5 (lima) unit los rumah yang juga dijadikan sebagai  tempat usaha.

Kebakaran terjadi sekitar pukul  13.35 Wit atau  jam setengah dua sore. Kebakaran begitu cepat rumah dan tempat usaha tersebut nampak rata dengan tanah hanya dalam hitungan 1,5 jam karena semuanya terbuat dari kayu.

Nampak api  dan  asap mengepul ke langit, melahap 5 (lima) los unit rumah warga yang juga dijadikan sebagai tempat usaha.

Kejadian terjadi di Jalan Raya Bintuni dekat persimpangan jalan Kampung Lama Kelurahan Bintuni Timur Distrik Bintuni. Akibat kebakaran yang terjadi menyebabkan jaringan listrik terputus.

Salah seorang korban yang tinggal lokasi kebakaran ketika dikonfirmasi wartawan usai kebakaran mengatakan bahwa saat itu dirinya bersama teman-teman lagi ngobrol dan tiba-tiba terdengar ledakan berasal dari penampungan bensin yang bersebelahan dengan usaha bengkel las. Dan tidak ada yang bisa saya bawa keluar hanya anak kecil yang saya selamatkan.

“Sebab api dengan cepat berkobar dan membakar 5 unit rumah yang juga dijadikan tempat usaha,” paparnya.

Terpisah, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bintuni Alfonso Hasian Siahaan ketika dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa  setelah pihaknya mengatahui terjadi kebakaran maka untuk mencegah api merembet hingga membakar kabel listrik yang tidak jauh dari lokasi kebakaran maka pihaknya lakukan pemadaman.

“Setelah sekitar 15 menit terjadi kebakaran kita langsung lakukan pemadaman listrik. Sebab kejadian terjadi dekat lokasi kebakaran  terdapat kabel tegangan menengah (TM) dan tegangan rendah (TR).

Maka  untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi akhirnya kami memutuskan jaringan dengan menonaktifkan trafo yang ada di depan eks kantor Dinas Pertanian atau trafo pertanian. Akibatnya pasokan listrik untuk beberapa tempat di Bintuni terputus,” ujar Alfonso.

Dari pantauan media ini, awalnya hanya 1 (satu) Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang tiba dilokasi kebakaran 30 menit setelah kebakaran terjadi.

Karena awalnya hanya menggunakan 1 mobil Damkar untuk memadamkan api akhirnya 5 (lima) los rumah dan tempat usaha tersebut tidak bisa diselamatkan.

Mobil Damkar milik Satpol PP Kabupaten Teluk Bintuni itu hanya berupaya mematikan api yang sudah menghanguskan 5 (lima) los rumah sekaligus tempat usaha yang ada tersebut.

Berselang beberapa waktu pihak Polres Teluk Bintuni juga menurunkan mobil Watercanon dan satu unit tanki untuk membantu memadamkan api.

Salah satu warga masyarakat Bintuni Adrianus Manibuy yang ditemui media ini di lapangan yang sedang menyaksikan kebakaran yang terjadi mengatakan bahwa sudah saatnya pemerintah daerah Teluk Bintuni memberikan perhatian untuk menambah fasilitas mobil pemadam kebakaran dan tidak hanya 1 (satu) saja.

Serta membangun beberapa titik-titik penampungan air dalam kota dan ketika terjadi kebakaran api cepat dapat diatasi.

“Sebab kami lihat dari tahun ke tahun itu mobil pemadama kebakaran yang ada hanya 1 (satu) unit saja tentunya ini tidak bisa mengatasi kebakaran dengan cepat bila terjadi kebakaran dan perlu ditambah beberapa unit.

Selain itu air dalam kota juga agak sulit sehingga perlu dibangun tanki-tanki penampungan untuk digunakan memadamkan api dengan cepat bila terjadi kebakaran.

Selain itu titik-titik penampungan air juga perlu disiapkan tidak hanya dalam kota Bintuni tetapi juga di SP-5, SP-4, SP1, SP-3 dan SP2 agar ketiga terjadi kebakaran Damkar langsung menuju tanki untuk mengisi air dan kemudian terjun memadamkan api di lokasi terjadinya kebakaran,” ujar Manibuy. (01-IP)

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *