Khotbah Sholat Ied, Umat Muslim Bintuni Diajak Muliakan Dan Mencintai Kedua Orang Tua

Nampak Khotib Kompol H. Muhammad Salim N saat menyampaikan ceramah pada Sholat Idul Fitri 1443 H tahun 2020 di Lapangan Bandara Stenkool Bintuni. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 3

BINTUNI, InspirasiPapua.idRibuan umat muslim di Bintuni untuk pertama kalinya melaksanakan sholat Idul Fitri 01 Syawal 1443 Hijriah, Senin (02/05/2022) di Bandara Steenkool Bintuni setelah 2 tahun dilanda pandemi covid-19.
“Dengan berakhirnya virus covid-19 ini kita hendaknya kembali memperkuat tali siratulrahmi Islamiyah kita dengan menjaga kebersamaan dengan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air serta hubungan kita dengan manusia yang ada di lingkungan sekitar kita.
Pegang teguh serta amalkan ajaran Islam yang tertuang dalam Al Quran karena seluruh kehidupan kita tertera dalam Al Quran sebagai pedoman hidup kita.
Dan kalau kita laksanakan sesuai dengan petunjuk Al Quran maka kita akan bahagia di dunia dan akhirat kelak.
Sebulan lamanya kita telah melaksanakan ibadah puasa. Dengan berpuasa selama sebulan kita terlatih berhati-hati dalam bertindak dan bersikap. Dengan puasa untuk membentuk pribadi kita sebagai pribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Allah Swt Tuhan seluruh semesta alam.
Perwujudan bertaqwa kepada Allah Swt dapat kita raih dengan melaksanakan sholat lima waktu serta memuliakan kedua orang tua kita,” ungkap Khotib Kompol H. Muhammad Salim N, S.IP, MH dalam ceramahnya yang disampaikan usai sholad Idul Fitri berjamaah yang dipimpim Imam Ustad Hasanuddin, S.Sos yang berlangsung di Lapangan Bandara Steenkool Bintuni di Gaya Baru distrik Bintuni.
Nampak ribuan umat muslim padati Lapangan Bandara Steenkool Bintuni saat laksanakan sholat Idul Fitri. IP-IST
Kompol H. M. Salim N, menegaskan bahwa sebagai pribadi yang bertaqwa seorang muslim wajib selalu berbuat baik dan mencintai kedua orang tuanya.
“Hendaklah kita selalu lemah lembut kepada mereka, jangan ucapkan kata-kata kasar yang dapat menyakit hati mereka sedikit pun.
Adakah kedua orang tua kita mendampingi kita saat ini untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Apakah kedua orang tua kita masih hidup untuk mendengarkan khotbah Idul Fitri ini. Jika kedua orang tua kita masih ada jangan sia-siakan mereka.
Cium kedua tangannya, rangkul mereka dan berikan pelukan yang menghangatkan keduanya. Berikan rasa aman kepada mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka telah melindungi kita mulai dari rahim sang ibu.
Lalu merawat dan membesarkan kita tumbuh menjadi anak yang besar dan dapat menikmati kehidupan dunia yang saat ini kita alami. Kita semua masih ada di tempat ini karena campur tangan dan kasih sayang kedua orang tua kita,” tuturnya.
Khotib M. Salim N yang kesehahariannya adalah Wakapolres Teluk Bintuni itu juga mengingatkan umat muslim Bintuni yang melaksanakan sholat ied untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
“Karena selama ini mereka masih hidup bersama kita. Karena kita tidak tahu dihari-hari yang kita lalui nanti mungkin mereka akan meninggalkan kita menghadap Allah Swt untuk selama-lamanya.
Nampak ribuan umat muslim padati Lapangan Bandara Steenkool Bintuni saat laksanakan sholat Idul Fitri. IP-IST
Sebelum itu terjadi minta ampun kepada mereka minta keikhlasan mereka untuk memaafkan atas kedurhakan yang pernah kita perbuat kepada mereka,” paparnya.
Kompol M. Salim juga mengingatkan kepada seluruh umat muslim yang hadir dalam sholat Idul Fitri agar jangan pernah menitipkan orang tuanya di panti-panti jompo atau membiarkan mereka hidup sendiri.
“Karena sesungguhnya ibu kita selalu menemani kita pada saat kita masih ada dalam rahimnya. Dan dalam persalinan nyawa ibu dipertaruhkan untuk menyelamatkan kita agar anak yang dinanti terlahir ke dunia.
Kedua orang tua kita telah mempertaruhkan nyawa untuk kita tetapi apa balasan yang selama kita berikan kepada mereka.
Mereka sanggup untuk tidak makan, mereka menahan lapar agar gizi sang anak terpenuhi. Ayah kita membanting tulang bersimpuh keringat tak perduli adanya panas dari teriknya matahari. Tetapi ayah kita terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan kita.
Meskipun kondisi kesehatan mereka saat itu kurang membaik tetapi sang ayah tak pernah memperdulikannya. Dan itu semua ayah kita lakukan untuk kebahagiaan anak-anaknya.
Wahai saudaraku jika ada diantara kita yang orang tuanya sakit dan kaku di rumah sakit atas penyakit yang diderita segera mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah Swt untuk menyembuhkan sakit mereka karena mungkin sakit yang mereka alami adalah buah perbuatan durhaka kita kepada mereka.

 

Kita doakan mereka agar sakit yang mereka derita sebagai penghapus dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Dan jika Allah berkehendak untuk mengangkat sakitnya maka segera diangkat sakitnya.
Tetapi sebaliknya jika kematian adalah takdir yang terbaik untuk orang tua kita maka semoga mereka meninggal dalam keadaan husnul khotimah yaitu dalam keadaan sujud kepada Allah dan masuk ke dalam Surga Firdaus  sebagaimana dijanjikan oleh Allah Swt,” ujarnya. (01-IP)

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *