Sentuhan Kasih Pangdam di Bumi Mansel: Anak Yatim Dibelai Harapan

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, S.Hub.Int., M.H.I. ketika memberikan bingkisan tali asih kepada anak-anak Mansel. "Anak-anak ini adalah bagian dari masa depan bangsa. Mereka harus merasakan kehadiran negara dan cinta dari para pemimpinnya," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mansel yang disambut hangat Bupati Mansel Bernard Mandacan. (ist/Kadate/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 90

Sentuhan Kasih Pangdam di Bumi Mansel: Anak Yatim Dibelai Harapan

 

Manokwari Selatan, 31 Juli 2025 — Di tengah kesibukannya sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, S.Hub.Int., M.H.I., menyempatkan waktu untuk melakukan sesuatu yang tak hanya meninggalkan jejak administratif, tetapi juga jejak di hati. Kunjungan kerjanya ke Markas Kodim 1808/Manokwari Selatan tak hanya tentang tugas militer—tetapi tentang rasa kemanusiaan.

Hari itu, halaman Makodim yang biasanya menjadi ruang apel dan kegiatan dinas, berubah menjadi tempat pertemuan yang hangat antara pemimpin militer dan anak-anak yatim. Mereka datang dengan baju rapi, wajah malu-malu, tapi mata penuh harap. Dan di tengah mereka, Pangdam berdiri, membungkuk, menyapa, dan menyentuh hati mereka dengan sapaan serta pelukan seorang ayah kepada anak-anaknya.

Anak-anak ini adalah bagian dari masa depan bangsa. Mereka harus merasakan kehadiran negara dan cinta dari para pemimpinnya,” ujar Pangdam, suara beliau bergetar lembut. Di tangannya, bingkisan tali asih diserahkan satu per satu, bukan sekadar barang, tapi simbol kasih dan empati yang tulus.

Momen ini, meski berlangsung sederhana, menghadirkan air mata haru dari para pendamping anak-anak. Tak sedikit dari mereka yang baru pertama kali merasakan kehadiran seorang jenderal, bukan dalam formasi resmi, tapi dalam bentuk manusiawi: sebagai seorang yang peduli dan hadir bagi mereka yang kehilangan orang tua di usia belia.

Tak hanya itu, Pangdam juga mengajak jajaran dan masyarakat untuk bersama-sama merawat bumi. Ia memimpin langsung penanaman pohon kelengkeng di halaman Kodim, seolah ingin meninggalkan kenangan yang akan terus tumbuh. “Pohon ini akan tumbuh, seperti harapan kita semua di tanah Papua Barat,” ungkapnya sambil menanam bibit pohon pertama.

Kehadiran Bupati Bernard Mandacan serta unsur Forkopimda lainnya menambah makna sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam membangun Papua Barat dari hati dan rasa.


Dalam dunia yang sering bising oleh hiruk-pikuk politik dan agenda strategis, kehadiran Pangdam hari itu menghadirkan kesunyian yang menyentuh. Sebuah jeda kemanusiaan yang mengingatkan, bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada komando, tetapi juga pada kelembutan menyentuh hati yang kecil.

TNI hadir untuk rakyat, dan hari itu, rakyat—terutama yang kecil dan lemah—merasa benar-benar dipeluk oleh negaranya.

(Laporan: Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *