Pemda Teluk Bintuni Canangkan Penanaman 100 Hektar Sawah,Wakil Bupati Harap 2026 Penanaman Bisa 500 Hektar

Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara saat melakukan pencanangan penanaman 100 Hektar Sawah secara simbolis menanam padi di areal Persawahan SP-1 kampung Waraitama. (ist/inspirasi papua/kadate)
Bagikan berita ini

Views: 176

Pemda Teluk Bintuni Canangkan Penanaman 100 Hektar Sawah,Wakil Bupati Harap 2026 Penanaman Bisa 500 Hektar

 

BINTUNI, Papua Barat, Inspirasi Papua/kadate – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Pertanian menggelar pelaksanaan kegiatan pencanangan penanaman padi sawah seluas 100 hektar di kabupaten Teluk Bintuni bagian dari program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dan Joko Lingara, Selasa (03/06/2026) di areal persawahan SP-1 kampung Waraitama distrik Manimeri.

Pencanangan penanaman padi sawah seluas 100 ha itu akan dilaksanakan di 4 (empat) distrik sentra produksi beras yaitu distrik Manimeri seluas 67 ha, Tuhiba 18 ha, Tembuni 10 serta distrik Meyado seluas 5 ha.

Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara hadir dalam kegiatan pencanangan penanaman padi seluas 100 hektar di Bintuni, dalam sambutannya mengatakan dirinya mempunya impian yang besar untuk memajukan bidang pertanian di Teluk Bintuni.

“Pemda akan membuat master plannya, dimana Bintuni sudah memiliki pondasi yaitu persawahan  tinggal kita melaporkan hal tersebut ke provinsi dan ke kementrian terkait kendala pertanian yang dihadapi agar daerah ini bisa mendapatkan bantuan.

Dimana momen ini sangat tepat kebetulan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Papua Barat serta perwakilan Kementerian Pertanian yakni Balai Standarisasi Instrumen Pertanian juga hadir bersama-sama dengan kita maka mari kita tunjukkan komitmen dan semangat kebersamaan dalam menuju perubahan dalam bidang pertanian dengan menggaungkan swasembada pangan,” tutur Wakil Bupati Joko Lingara.

Wakil Bupati juga menekankan bahwa untuk merubah kabupaten Teluk Bintuni dalam bidang pertanian agar lebih maju dan berkembang tidak boleh takut-takut, kita harus berani mengambil langkah dan terobosan baru.

Daerah lain sudah maju kita masih di belakang, saatnya bangkit dari mainseat lama atau pola pikir lama harus kita tinggalkan kebiasaan malas harus kita buang sekarang saatnya menjadi berani berubah untuk masa depan yang lebih baik.

Kita harus membina anak-anak muda di bidang pertanian, berikan pendidikan yang bagus agar mereka bisa lebih dari kita, karena mereka generasi penerus jangan biarkan mereka hanya berharap dari proposal terus dari Pemda itu kebiasaan yang kurang bagus,” terang Wakil Bupati.

Joko Lingara juga mengatakan bahwa tantangan untuk merubah konsep kebiasaan di Bintuni ini khususnya yang berdampak pada bidang pertanian sangat berat.

Tetapi saya dan Bapak Bupati Yohanis Manibuy akan berbuat yang lebih baik mungkin hari ini 100 hektar, mudah-mudahan tahun 2026 bisa mencapai 500 hektar.

Pemerintah Teluk Bintuni akan membuat Koperasi agar hasil panen beras petani nantinya bisa diwajibkan untuk setiap dinas mengambil atau membeli beras dari  petani sebagai upaya untuk mensejahterakan masyarakat petani,” pungkas Wakil Bupati. (kadate/inspirasi papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *