Views: 72
Polres Teluk Bintuni Gelar Operasi Keselamatan Mansinam 2026, Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas
BINTUNI, PAPUA BARAT – Polres Teluk Bintuni menggelar Operasi Keselamatan Mansinam Tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K, melalui KBO Lantas IPDA Hardiknas Kende, mengatakan bahwa operasi keselamatan ini lebih mengedepankan aspek pencegahan, edukasi, dan keselamatan pengguna jalan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta saling menghargai antar pengguna jalan. Khusus kepada orang tua, kami minta agar lebih mengawasi anak-anak di bawah umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor,” ungkap IPDA Hardiknas Kende, SH, Selasa (3/2/2026), di sela-sela razia hari kedua di kawasan Perkantoran SAMSAT Teluk Bintuni, SP-5 Distrik Bintuni Timur.
Ia juga mengingatkan pengendara yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) agar segera mengurus kelengkapan administrasi, serta memastikan kendaraan dalam kondisi lengkap, termasuk pajak kendaraan dan nomor polisi.
Dalam pelaksanaan operasi, Satlantas Polres Teluk Bintuni mencatat pada hari pertama razia ditemukan 10 unit kendaraan roda dua melakukan pelanggaran. Sementara pada hari kedua, terdapat 6 unit kendaraan roda dua yang terjaring razia.
“Pelanggaran yang paling banyak ditemukan di antaranya pengendara tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM, serta kendaraan tanpa plat nomor,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian menilai adanya peningkatan kesadaran masyarakat. Dalam dua hari pelaksanaan operasi, pengendara di jalan raya mulai menunjukkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
IPDA Hardiknas Kende menambahkan, sebelum pelaksanaan razia, Polres Teluk Bintuni melalui Satlantas telah lebih dahulu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, dengan mendatangi sekolah-sekolah.
“Kami melakukan tatap muka langsung dengan siswa-siswi untuk memberikan pemahaman pentingnya tertib berlalu lintas. Selain itu, personel Patwal juga rutin turun ke jalan memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tindakan penegakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir setelah upaya edukasi diberikan kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya, operasi ini bukan semata-mata penindakan, tetapi membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” tutupnya.
(MA/Inspirasi Papua)














