Yohanis Manibuy Raih IPSEA 2026, Dinilai Sukses Padukan Pertumbuhan Industri dan Kesejahteraan Warga

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

Bupati Teluk Bintuni Raih Penghargaan Nasional, Dinilai Berhasil Padukan Hilirisasi Industri dan Keadilan Sosial

 

BALI, inspirasipapua.id – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, S.E., M.H., menerima penghargaan tingkat nasional Best Regional Leader for Inclusive Industrial Resource Transformation and Social Equity dalam ajang Indonesia Public Service Excellence Award (IPSEA) 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinannya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus mendorong transformasi industri yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Penghargaan diserahkan di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Bali, Jumat (17/7/2026). Bupati Yohanis diwakili oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni, Rifaldi Kwando, S.STP., M.AP., yang menerima penghargaan dari penyelenggara, Seven Media Asia.

Menurut penyelenggara, Yohanis Manibuy lolos proses kurasi independen karena dinilai mampu menghadirkan model pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan industri, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat adat dan masyarakat lokal.

Penilaian tersebut didasarkan pada capaian kepemimpinan selama 2025 dengan tiga indikator utama, yakni Overall Performance, Responsibility, dan Attractiveness. Dari hasil penilaian itu, Teluk Bintuni dinilai berhasil memadukan pengembangan industri dengan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Rifaldi Kwando mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen Bupati Yohanis dalam mendorong transformasi sumber daya industri yang inklusif, menciptakan tata kelola ekonomi yang lebih adil, serta memperkuat pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pengakuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Bapak Bupati dinilai mampu menghadirkan inovasi, membangun kolaborasi, dan menjalankan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” kata Rifaldi.

Seven Media Asia mencatat sedikitnya tiga aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian. Pertama, kebijakan hilirisasi industri yang membuka lapangan kerja dan memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kedua, perlindungan terhadap masyarakat adat melalui penguatan ekonomi kampung dan distribusi manfaat pembangunan. Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan dasar, mulai dari akses kesehatan, konektivitas wilayah, hingga pengembangan sumber daya manusia melalui pembangunan pusat vokasi industri.

Sejumlah indikator pembangunan juga menjadi pertimbangan. Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dinilai berhasil meningkatkan angka melek huruf menjadi 98,44 persen pada 2025, memperluas akses pendidikan hingga wilayah distrik, serta menurunkan angka kemiskinan dari 29,79 persen pada 2024 menjadi 25,34 persen pada 2025.

Bagi penyelenggara, penghargaan tersebut bukan sekadar mengapresiasi keberhasilan administratif, melainkan menilai bagaimana pertumbuhan industri mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks itu, Teluk Bintuni dipandang berhasil menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan keadilan sosial dan pelayanan publik yang lebih baik.

***(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *