Bupati Bintuni Ingatkan Lulusan Latsar: ASN Hadir untuk Melayani, Bukan Dilayani

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

Bupati Teluk Bintuni kepada Lulusan Latsar CPNS: Integritas dan Pelayanan Adalah Ukuran Pengabdian

 

BINTUNI, Papua BARAT, inspirasipapua.id – Tabuhan tifa menutup rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2021 Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Namun, bagi para peserta, prosesi itu bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian sebagai aparatur sipil negara yang dituntut bekerja dengan integritas dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Pelatihan dasar yang berlangsung selama tujuh bulan itu resmi ditutup oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE., MH., didampingi Wakil Bupati Joko Lingara dan PJ. Sekda I.B. Putu Suratna serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Gedung Sasana Karya SP3 Manimeri, Kamis (16/7/2026).

Di hadapan para peserta, Yohanis menegaskan bahwa Latsar bukan seke⁶gggdar tahapan administratif sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelatihan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang bertujuan membentuk aparatur profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Pelatihan ini bukan hanya memperkuat kemampuan teknis sesuai bidang tugas masing-masing, tetapi juga membentuk karakter dan menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Yohanis.

Menurut dia, bekal yang diperoleh selama pelatihan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Seluruh materi, pengalaman, dan nilai-nilai yang diterima harus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari ketika para peserta kembali ke unit kerja masing-masing.

Yohanis mengingatkan bahwa Aparatur Sipil Negara memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan. Karena itu, setiap ASN dituntut menjadi teladan dalam memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berpihak kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung maraknya aksi demonstrasi yang belakangan dilakukan sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Ia menegaskan bahwa setiap aparatur memiliki hak menyampaikan pendapat, namun pelaksanaannya harus tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, mekanisme yang berlaku, serta mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat.

“Saya meminta seluruh peserta agar tetap bersabar dalam menjalani setiap proses administrasi kepegawaian maupun pelaksanaan kebijakan pemerintahan sesuai ketentuan yang berlaku. Kesabaran, dedikasi, serta kinerja yang baik merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional sebagai abdi negara sekaligus abdi masyarakat,” ujar Yohanis.

Selama mengikuti Latsar, para CPNS dibekali nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Bupati berharap nilai-nilai tersebut menjadi budaya kerja yang tercermin dalam setiap keputusan dan tindakan sebagai pelayan publik.

Ia juga menitipkan tiga pesan utama kepada seluruh lulusan. Pertama, menjadikan integritas, disiplin, loyalitas, profesionalisme, dan akuntabilitas sebagai fondasi dalam menjalankan tugas. Kedua, menghadirkan pelayanan publik yang cepat, ramah, berkualitas, transparan, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ketiga, menjaga etika, tata krama, komunikasi yang baik, serta membangun kolaborasi demi terciptanya birokrasi yang profesional dan harmonis.

Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat, Brigif 26/Gurana Pirawaimo, para narasumber, mentor, pelatih, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Latsar. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya aparatur yang berkualitas untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni SERASI, sekaligus membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Saya berharap seluruh lulusan pelatihan senantiasa menjaga dedikasi, integritas, loyalitas, dan kinerja terbaik di tempat tugas masing-masing. Jagalah nama baik Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui perilaku yang santun, beretika, bertanggung jawab, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” kata Yohanis.

Penutupan Latsar itu menjadi lebih dari sekedar seremoni. Tabuhan tifa yang mengakhiri pelatihan menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang para ASN muda. Tantangan sesungguhnya kini berada di tengah masyarakat, tempat mereka akan membuktikan bahwa pengabdian tidak diukur dari seragam yang dikenakan, melainkan dari manfaat yang mampu mereka hadirkan bagi daerah dan warganya.

***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *