Api Melalap Rumah di Bina Desa Bintuni, Laporan Warga ke 110 Selamatkan Permukiman

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 59

Api Hanguskan Satu Rumah di Bina Desa Bintuni, Dugaan Korsleting Listrik Kini Diselidiki

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua. id– Asap pekat yang membumbung dari kawasan Bina Desa, Kampung Lama, Kelurahan Bintuni Timur, Distrik Bintuni, Senin, 20 Juli 2026, memicu kepanikan warga. Satu unit rumah hangus dilalap api. Beruntung, kebakaran tidak meluas ke rumah-rumah lain yang berdiri rapat di kawasan permukiman tersebut.

Respons cepat aparat menjadi faktor penting yang mencegah kerugian lebih besar. Setelah menerima laporan melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 11.10 WIT, personel Polres Teluk Bintuni bersama petugas pemadam kebakaran segera bergerak ke lokasi.

Armada Armored Water Cannon (AWC) milik kepolisian ikut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar melalui Kasat Samapta Iptu Stenly Marani mengatakan, laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan mengirim personel piket Pawas, Samapta, dan fungsi lainnya ke lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 10.45 WIT. Faisal Nur Salim Hakim yang sedang berada di depan rumah salah seorang anggota DPRK Teluk Bintuni melihat kepulan asap tebal dari arah permukiman.

Merasa ada yang tidak beres, ia mendatangi sumber asap. Lima menit kemudian, ia menemukan rumah milik almarhum Abdul Halik Kosepa yang kini ditempati Hariyanni Raspat, seorang aparatur sipil negara, telah dipenuhi asap dan kobaran api.

Saksi kemudian berteriak meminta bantuan warga. Upaya pemadaman secara swadaya dilakukan sembari menghubungi keluarga penghuni rumah dan melaporkan kejadian kepada kepolisian.

Sekitar pukul 11.15 WIT, personel Polres bersama mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api berhasil dilokalisasi sebelum merembet ke bangunan lain.

Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan. Polisi telah memasang garis polisi, memeriksa lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Hawa Tanpa (38), serta membuat Laporan Gangguan sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena rumah beserta sebagian isinya tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa persoalan instalasi listrik rumah tangga masih menjadi salah satu penyebab dominan kebakaran permukiman.

Di kawasan padat penduduk, satu percikan api akibat kabel yang rusak atau beban listrik berlebih dapat berkembang menjadi bencana dalam hitungan menit apabila tidak segera ditangani.

Kasi Humas Polres Teluk Bintuni Iptu Ludfi Hakim Iha mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menggunakan steker bertumpuk, serta segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang sudah rusak. Langkah sederhana ini dapat mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.

Polisi juga meminta masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan situasi darurat, baik kebakaran maupun gangguan keamanan lainnya, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Di balik cepatnya penanganan aparat, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tetap lebih penting daripada penanggulangan.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada rumah-rumah yang telah berusia tua, menjadi langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar.

***(Tim/red/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *